Ingin Sukses Bekerja? Simak Pesan dari Peraih Nobel Ekonomi 2004 Ini

Advertisement

Ingin Sukses Bekerja? Simak Pesan dari Peraih Nobel Ekonomi 2004 Ini

Sabtu, 09 Maret 2019
ilustrasi via instapic fun


KabarUang.com  , Jakarta - Peraih Nobel Ekonomi 2004, Finn E. Kydland, bertamu ke Universitas Bina Nusantara (Binus) untuk berbagi ilmu soal kebijakan ekonomi.

Tak lupa, profesor kelahiran Norwegia itu turut berbagi dua wejangan bagi para mahasiswa yang hadir. Pesan Kydland yang pertama berhasil membuat para mahasiswa riuh. Apa pesan tersebut?


"Satu adalah belajar lebih banyak matematika," ujar dia pada Jumat (8/3/2019) di Auditorium Binus, Jakarta Barat.


Sontak, para audiens yang umumnya mahasiswa Binus langsung terpicu dan bereaksi ramai mendengar ajakan itu. Berikutnya, Kydland mengajak para mahasiswa memilih hal yang mereka cintai ketimbang uang.


Nasihat ini Kydland berikan sebagai refleksi dalam hidupnya. Ia bersyukur karena sebagai pengajar ia bisa begitu mencintai pekerjaan-nya yang jauh dari rasa bosan.


"Yang kedua, saya menganggap diri saya sangat beruntung. Menjadi profesor bukanlah pekerjaan yang dulu saya pikir bakal lakukan. Ketika saya belajar di sekolah bisnis, saya pikir akan menjadi direktur di perusahaan dan dapat gaji besar," kenang Kydland.


Ia menyebut, gaji direktur sangatlah besar, sementara gaji dosen relatif lebih kecil. Meski begitu, ia menganggap dirinya sangat beruntung menjadi profesor karena kehidupan yang tidak membosankan menjadi nilai tambah yang mengalahkan pesona uang. 


Ia pun mengajak para mahasiswa agar tak mencari kerja karena motivasi uang semata. "Saya menyarankan, jangan terlalu fokus mencari profesi agar kamu dapat pendapatan terbanyak.  Carilah sesuatu yang benar-benar kamu cintai," kata dia.


Kydland berkata tak keberatan mendapat gaji yang lebih kecil demi melakukan pekerjaan yang ia cintai. Dia pun berterima kasih kepada seorang mentor yang mendorongnya masuk ke dunia pendidikan.


"Dia menyelamatkan saya dari kehidupan yang membosankan," ucap Kydland.


Nasihat ini Kydland berikan sebagai refleksi dalam hidupnya. Ia bersyukur karena sebagai pengajar ia bisa begitu mencintai pekerjaan-nya yang jauh dari rasa bosan.


"Yang kedua, saya menganggap diri saya sangat beruntung. Menjadi profesor bukanlah pekerjaan yang dulu saya pikir bakal lakukan. Ketika saya belajar di sekolah bisnis, saya pikir akan menjadi direktur di perusahaan dan dapat gaji besar," kenang Kydland.


Ia menyebut, gaji direktur sangatlah besar, sementara gaji dosen relatif lebih kecil. Meski begitu, ia menganggap dirinya sangat beruntung menjadi profesor karena kehidupan yang tidak membosankan menjadi nilai tambah yang mengalahkan pesona uang. 


Ia pun mengajak para mahasiswa agar tak mencari kerja karena motivasi uang semata. "Saya menyarankan, jangan terlalu fokus mencari profesi agar kamu dapat pendapatan terbanyak.  Carilah sesuatu yang benar-benar kamu cintai," kata dia.


Kydland berkata tak keberatan mendapat gaji yang lebih kecil demi melakukan pekerjaan yang ia cintai. Dia pun berterima kasih kepada seorang mentor yang mendorongnya masuk ke dunia pendidikan. 


"Dia menyelamatkan saya dari kehidupan yang membosankan," ucap Kydland.
"Sebagai investor, kamu  pasti selalu berharap mendapat untung. Kamu tak akan melakukannya kecuali yakin ada keuntungannya. Jadi saya tak dapat memikirkan contoh bahwa investasi dapat memiliki niat jahat atau buruk," kata dia.