Harga Minyak Kian Terperosok Jatuh Imbas Dari Isu Perlambatan Ekonomi

0
Ilustrasi Minyak via tirto id
KabarUang.com, Jakarta – Harga minyak jatuh di perdagangan Asia pada hari ini Senin pagi, disebabkan karena kekhawatiran perlambatan ekonomi yang kian tajam melebihi gangguan pasokan dari pengurangan produksi Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (atau yang diisngkat dengan OPEC dan juga pada sanksi-sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap Iran dan juga Venezuela.

Minyak mentah berjangka Brent berada di USD66,52 per barel pada pukul 01.02 GMT atau 08.02 WIB, turun sekitar 51 sen AS atau setara dengan 0,8% dari penutupan terakhir mereka. Sementara untuk minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) berada di kisaran angka  USD58,42 per barel, turun sekitar 63 sen AS atau setara dengan 1,1% dari penyelesaian terakhir mereka. Demikian seperti dikutip dari okezone com, Senin (25/3/2019).

Baca Juga  Indonesia Miliki 10 Wilayah Potensi Cadangan Gas

Kedua acuan harga minyak mentah ini telah merosot lebih dari sebanyak 3,0% sejak pekan lalu mencapai tertinggi sejak pada bulan November 2018. Kekhawatiran tentang potensi resesi AS muncul kembali akhir pekan lalu, setelah pernyataan bearish oleh Federal Reserve (Fed) mengirim imbal hasil obligasi pemerintah AS 10 tahun ke level terendah sejak dari awal tahun 2018.

Sebagai tanggapan, imbal hasil obligasi 10 tahun tergelincir di bawah tingkat pada tiga bulan untuk pertama kalinya sejak dari tahun 2007.

Baca Juga  Akibat Danau Toba, Jalur Kereta Medan Siantar Kini Diperbaharui

“Perkiraan untuk pertumbuhan dan laba telah direvisi turun secara material di semua wilayah utama,” kata Bank AS Morgan Stanley seperti dikutip dari okezone com

Bank ANZ juga mengatakan bahwa prospek ekonomi yang kini semakin gelap “membayangi masalah sisi pasokan” yang dihadapi oleh pasar minyak di tengah pengurangan pasokan yang dipimpin oleh klub produsen OPEC serta sanksi-sanksi AS terhadap Venezuela dan juga Iran.

Baca Juga  Emas Turun Harga Lagi

OPEC dan sekutu tidak terafiliasi seperti Rusia, bersama-sama disebut sebagai satu nama yakni OPEC+, telah berjanji untuk segera menahan sekitar 1,2 juta barel per hari (bph) pasokan minyak tahun ini untuk menopang pasar, dengan pemimpin de-facto OPEC terlihat sedang mendorong harga minyak mentah lebih dari sekitar USD70 per barel.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here