Harga Jagung Pakan Sulit Dikendalikan

0
Ilustrasi via Twitter com


KabarUang.com, Gorontalo – Harga jagung pakan yang diproduksi oleh para petani lokal sulit dikendlaikan. Hal ini dinyatakan oleh Presiden Joko Widodo. Beliau menyatakan bahwa harga yang sulit dikendalikan itu disebabkan oleh sifat harga jagung pakan yang sangat tergantung kepada jumlah produksi dalam negeri.
Maksudnya ialah ketika produksi jagung mengalami penurunan, harga jagung pangan akan merangkak naik sebab jagung sangat langka dan menguntungkan petani, sedangkan ketika produksi jagung berlebih, harga jagung menurun tajam sehingga petani mengalami kerugian.
“Produksi banyak, pasti harga turun. Itu hukum ekonomi. Tapi, petani mintanya tinggi terus. Inilah sulitnya. Pemerintah kendalikan ini tidak mudah,”ujar Pak Jokowi dalam dialog bersama petani jagung di Desa Botuwumbo dan Desa Motilango Provinsi Goorntalo dilansir dari republika.com.
Jokowi juga mengatakan terlepas dari permasalahan harga itu, pihaknya tetap ingin produksi jagung mengalami peningkatan. Beliau mengatakan potensi kerugian yang dialami petani akibat harga rendah pada saat panen raya bisa dikompensasi jia produksi bisa terus bertambah.
Maka dari itu, Kementan sebagai lembaga yang bertanggung jawab merancang sejumla upaya yang harus dilakukan dalam menghadapi rencana ini.
“Harus ditambah produktivitasnya. Kalau per hektare bisa produksi 8-9 ya sudah ditambah lagi jadi 10 ton,”tambahnya.
Disisi lain cara yang harus dilakukan ialah ekspor. Hal ini diakrenakan apabila jagung dibiarkan, harga akan semakin liar dan jauh dari acuan.
“Sebagian harus di pasar ekspor supaya harga stabil dan menguntungkan,”tambah Jokowi.
Beliau meyakini bahwa ekspor jagung masih sangat menjanjikan. Hal ini karena produksi jagung Indonesia memiliki kualitas yang baik sebab didukung oleh faktor iklim. Jokowi mengatakan saat ini banyak negara-negara yang membutuhkan jagung sebagai bahan baku ternak. Meski demikian, masih ada banyak pekerjaan yang harus diperbaiki pada sektor pertanian.
Misalnya saja penyebaran benih unggul serta pupuk yang masih belum merata. Berdasarkan hasil evaluais yang dilakukan Jokowi, sering terjadi penumpukan bibit unggul serta pupuk di suatu provinsi namun disaat yang sama, provinsi lain mengalami kekurangan.
“Kita harus bicara apa adanya seperti itu sehingga memang diperlakukan tambahan kapasitas pupuk kita,”ujarnya.
Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 69 pada tahun 2018 tentang Harga Acuan Pembelian di Petani sebesar Rp 3.150 per kilogram dengan kadar air 15 persen. Namun, harga jagung pada saat musim panen raya tetap dibawah Rp 3.000 per kilogram.
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Baca Juga  Tahun 2020 BPS Akan Tambah Jumlah Kota Untuk Hitung Inflasi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here