Harga Ayam Turun Bukan Karena Pasokan Ayam DOC Berlebih

0
Ilustrasi via KilasRiau com

KabarUang.com, Jakarta – Turunnya harga ayam di pasaran bukan karena pasokan ayam berumur 1-14 hari (day old chicken/DOC) tidak berlebih. Hal ini disampaikan langsung oleh Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementrian Pertanian I Ketut Diarmita yang membantah bahwa turunnya harga ayam dikarenakan berlebihan pasokan ayam DOC.
“Tidak ada oversupply terkait DOC. Ini semata-mata karena demand (permintaan) yang menurun bulan ini,”ujarnya saat dtemui di Kantor Kementan, Jakarta, Rabu (6/2) dilansir dari antaranews.com.
Beliau mengatakan pada bulan Maret ini memang sering terjadi penurunan permintaan. Untuk harga ayam yang beredar saat ini Rp 19.000 per kilogram. Beliau mengaharapkan harga ayam ini bisa naik menjadi Rp 20.000 dalam beberapa hari.
Selain itu, beliau pun menegaskan bahwa para pekerja bekerja secara independen seperti tim analis resiko yang berasal dari beberapa pakar dari perguruan tinggi ternama seperti IPB, Unpad, dan UGM.
“Saya tidak pernah mengintervensi untuk berapa harus mengimpor atau berapa yang harus tidak diimpor,”tegasnya.
Terdapat dua cara yang dihasilkan dari rapat yang dilakukan sejumlah pihak terkait mengenai turunnya harga ayam dipasaran, yaitu memaksmalkan pemotongan unggas di rumah potong hewan unggas (RPHU) dan memenuhi terus kapasitas di cola storage.
Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementrian Pertanian juga mengatakan cara lain untuk mengatasi masalah ini ialah dengan cara meningkatkan kualitas DOC dengan menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan juga meningkatkan kampanye konsumsi hewani yang bisa berdampak pada meningkatkan konsumsi per kapita per tahun di masyarakat.
“Semoga terjadi perubahan harga di tingkat peternak dan konsumen. Harapan saya peternak untung dan konsumen tidak dirugikan,”tambahnya.
Sebelumnya Yeka Hendra Fatika selaku Ketua Pusat Kajian Pertanian Pangan dan Advokasi (Pataka) mengatakan bahwa penurunan harga ayam di pasaran ini merugikan peternak apabila terjadi dalam jangka panjang. Selain itu, beliau juga mengatakan penurunan harga ini sudah berlansung sejak bulan Februari 2019 lalu yang mencapai Rp 17.300 per kilogram. Sebelumnya harga ayam pada Oktober 2018 sebesar Rp 19.000.
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Baca Juga  Inilah Daftar 8 Perusahaan Batubara Kelas Kakap dari Kementerian ESDM Yang Akan Habis Kontraknya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here