Dolar AS Kini Dinyatakan Menguat Imbas Dari Anjloknya Sterling

0
4
Ilustrasi Dolar AS via danum id
KabarUang.com, Jakarta – Kurs dolar AS kini menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan hari Jumat atau pada hari Sabtu pagi WIB. Dolar juga terangkat oleh penurunan sterling setelah parlemen untuk ketiga kali menolak tawaran yang diusulkan oleh Perdana Menteri Theresa May untuk segera menarik Inggris keluar dari Uni Eropa (Brexit).

Dikutip juga dari Antaranews hari Sabtu (30/3/2019), dengan May kalah lagi meskipun dengan selisih yang lebih kecil dari dua pemungutan suara sebelumnya, sterling juga diatur untuk tetap di bawah tekanan di tengah kekhawatiran tidak ada kesepakatan Brexit akan tercapai pada sebelum batas waktu yakni tanggal 12 April.

Pergerakan dalam pound pada hari Jumat (29/3) kurang dramatis daripada setelah kekalahan parlementer May sebelumnya. Perdagangan pound juga telah mengecil sebab menjadi sangat sulit untuk diprediksi di tengah perkembangan politik yang konstan dan juga yang terkadang misterius.

Mata uang tetap jauh di atas posisi terendah yang tersentuh pada bulan Desember, sebagian dikarenakan “pasar mulai memperhitungkan dalam penundaan yang lama dan itu risiko dan positif bagi sterling,” kata Greg Anderson, kepala strategi valuta asing global di BMO Capital Markets seperti dikutip dari okezone com

Pound juga jatuh sebanyak setengah persen ke level terendah hari itu di kisaran 1,2976 dolar, sesaat menembus level utama pasar dari rata-rata pergerakan di 200-hari tengah berada di 1,2979 dolar.

Pergerakan sterling mendorong indeks dolar lebih tinggi, terakhir naik sekitar 0,07 persen menjadi kisaran 97,274, membantunya pulih dari penurunan sebelumnya karena laporan data inflasi AS yang lebih lemah dari perkiraan, yang menambah keyakinan bahwa ternyata ekonomi negara itu kehilangan momentum.

Baca Juga  Destinasi Baru Berkelas Kini Ada di Danau Toba Dan Telah Resmi Dibuka

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here