Dinyatakan Penurunan Tarif Tol Trans Jawa Batal

0
Ilustrasi Tol Trans Jawa via rumah com
KabarUang.com, Jakarta – Pemerintah belum berencana untuk menurunkan tarif Tol Trans Jawa. Padahal tarif tol Trans Jawa dinilai sepertinya agak terlalu mahal baik mobil pribadi maupun untuk logistik. Kepala Badan Pengatur Jalan Tol atau BPJT, yakni Danang Parikesit mengatakan bahwa sejauh ini belum ada arahan untuk menurunkan tarif Tol Trans Jawa. Meskipun mendapatkan kritik dari Asosiasi Logisitik Indonesia atau ALI.

“Belum ada arahan kebijakan lebih lanjut (tarif tol Trans Jawa akan diturunkan),” ujarnya, saat ditemui di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (28/1/2019) seperti dikutip dari okezone com
 

Danang mengaku bahwa pihaknya telah bertemu langsung dengan pihak Asosiasi Logisitik Idonesia atau ALI terkait hal tersebut. Bahkan sudah dibahas secara intensif dengan berbagai macam stekholder atau perbincangan putusan terkait tarif Tol Trans Jawa ini.

Baca Juga  Gojek Dapatkan Pelatihan Pertolongan Pertama Dalam Suatu Kecelakaan

“Saya sudah ketemu teman-teman di ALI, dan kita sudah bahas ini (tarif tol),” ucapnya seperti dikutip dari okezone com

Menurut Danang, adanya jalan tol bisa digunakan sebagai alternatif bagi pengusaha logisitk. Jika menginginkan tarif murah, maka truk pengangkut logistik bisa menggunakan jalan arteri pantura saja. Akan tetapi jika melewati jalan pantura waktu tempuh yang dibutuhkan juga jauh lebih lama. Karena jika melewati jalur pantura bisa berpotensi terjebak kemacetan.

Baca Juga  Pada Tanggal 13 Maret 2019 Sudah Tercatat 6 Juta Wajib Pajak

“Bagi kita prinsipnya yang namanya industri itu kan boleh memilih. Jalan biasa atau pakai tol. Ini yang saya kira harus jadi pemahaman kita bersama,” jelasnya seperti dikutip dari okezone com

Sementara itu bagi mereka yang ingin lebih cepat bisa menggunakan jalan tol. Meskipun harus mengeluarkan uang yang katanya lebih besar dibandingkan lewat jalur arteri atau jalur umum.

“Bahkan kalau memungkinkan pakai kereta api kan dipakai juga. Jadi pada akhirnya kan Masyarakat akan memilih,” ucapnya seperti dikutip dari okezone com

Baca Juga  Bengkak Aset BUMN Hingga Rp8.092 Triliun

“Kalau ternyata yang sekarang sebagian pakai tol golongan 1, berarti sebagian traffic jalan bukan tol itu kan menurun. Dari awal UU bilang tol adalah alternatif,” imbuhnya seperti dikutip dari okezone com

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here