Dari Ikan Layur Bisa Jadi Cemilan Kekinian?

0

Ilustasi via Bukalapak com

KabarUang.com, Jakarta – Bagi sebagian orang nama ikan layur ini belum banyak diketahui. Namun, kini ikan layur bukan hanya dijadikan lauk, tapi bisa juga dijadikan cemilan. Produknya dikenal dengan nama Cripsea snack yang dibuat oleh pemuda bernama Fahmy Rafdiansyah.
Bagi anda yang belum mengetahui tentang ikan layur, ikan ini adalah salah satu komoditi ekspor andalan hasil perikanan laut Indonesia. Biasnaya ikan ini di ekspor ke negeri China, Jepang, dan Korea. Ikan ini bertubuh ramping dan panjang. Dagingnya kenyal, tidak terlalu amis, tidak bermiyak, dan mudah dilepas tulangnya. Di Indonesia ikan layur ini biasanya dijadikan sebagai ikan asin.
Hingga akhirnya kini ikan layur sudah sudah bisa dinikmati sebagai cemilan berkat pemuda bernama Fahmy Rafdiansyah (25) yang hobi berkeliaran di perairan dangkat dekat pantai. Dia menamain cemilan ikan layur dnegan nama “Cripsea” yang kini bis amenghasilkan omset hingga puluhan juta rupiah.
Fahmi yang keluarganya memiliki usaha yang bergerak di bidang pengolahan dan ekspor hasil laut memanfaatkan ikan reject yang gagal ekspor karena biasanya dalam perjalanan ekspor ikan layur ini sangat rentan mengalami lecet hingga tidak lolos kualifikasi untuk ekspor dan harus dikembalikan ke tempat asalnya (Pangandatan) . Akhirnya Fahmi melihat hal ini menjadi sebuah peluang untuk mencipatakan sebuah inovasi baru, yakni cemilan yang dibuat dari ikan layur.
“Ekspor itu selalu ada reject atau barang yang ngga bisa di ekspor. Begitu return, kalau sudah balik ke Pangandaran nggak ad anilainya. Ke tukang asin juga paling Rp 2-3 ribu. Lama kelamaan punya ide kenapa nggak dibuat snack,”ujarnya dilansir dari detikfinance.com.
Ternyata setelah dibuat menjadi snack, ikan layur memiliki rasayang berbeda dari snack ringan berbahan seafood lainnya. Setelah melakukan eksperimen selama 6 bulan, akhirnya Fahmi memberanikan diri untuk memasarkan Cripsea pada awal Mei 2018 lalu.
Hasilnya, banyak Cripsea laku dipasaran karena banyak masyarakat yang suka. Omzet yang dihasilkan hingga Juni 2018 mencapai Rp 60 juta. Namun, saat ini omzetnya tidak sebesar peluncuran pertamanya, namun omzetnya saat ini sudah stabil.
“Kalau sekarang omzet rata-rata 40 juta. Tapi itu sudah stabil,”tambahnya.
Saat ini Cripsea meproduksi dua varian bahan dasar, yakni ikan layur dan cumi. Cripsea juga memiliki dua varian rasa yaitu udang dan baby crabs atau bayi kepiting.
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Baca Juga  Akhirnya Menkop lepas Ekspor Kopi ke California untuk Pertama Kali

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here