BCA Mencetak Laba Bersih Yang Besar Tahun Lalu Kini Naik 10,9% Jadi Rp25,9 Triliun

0
Ilustrasi BCA via klikkabar com
KabarUang.com, Jakarta – PT Bank Central Asia Tbk kini mencetak laba bersih sebesar Rp25,9 triliun,yang diternyata tumbuh sekitar 10,9% dan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu hanya sebesar Rp23,3 triliun.

“BCA dan entitas anak mencatat pertumbuhan kinerja keuangan yang positif pada tahun 2018 di tengah kondisi likuiditas sektor perbankan yang mengetat dan tren kenaikan suku bunga,” kata Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja saat jumpa pers, dikutip dari Antaranews, di Jakarta, Kamis (28/2/2019) seperti dikutip dari okezone com

Baca Juga  Kemenperin Targetkan Ekspor Produk Tekstil Capai USD 15 Miliar pada 2019

Peningkatan laba bersih ditopang oleh pendapatan operasional BCA yang mampu tumbuh sebanyak 10,6% menjadi Rp63 triliun pada tahun lalu dibandingkan dengan tahun 2017 Rp57 triliun. Secara lebih rinci, pendapatan bunga bersih naik sekitar 8,3% yang artinya menjadi Rp45,3 triliun dan juga dikarenakan pendapatan operasional lainnya tumbuh sekitar 17% yaitu mencapai Rp17,7 triliun.

Pada tahun 2018, portofolio kredit BCA juga tengah mengalami peningkatan sebesar 15,1% menjadi Rp538 triliun tersebut didukung juga oleh tingginya kebutuhan kredit usaha. Kredit korporasi tumbuh sebesar 20,4% menjadi Rp213,3 triliun pada akhir tahun 2018 dan kredit komersial dan juga UKM meningkat sekitar 13,4% yang artinya menjadi RP183,8 triliun.

Baca Juga  Merespons Perkembangan Global, Siklus Rupiah Mulai Stabil

BCA juga mencatat pertumbuhan kredit usaha yang lebih tinggi, baik pada kredit investasi maupun juga modal kerja. Meskipun mereka dihadapkan pada peningkatan suku bunga, kredit konsumer tetap tumbuh sekitar 9,7% yang artinya menjadi Rp140,8 triliun.

Pada segmen konsumer, Kredit Perumahan Rakyat atau KPR mampu tumbuh sebesar 12% menjadi Rp87,9 triliun dan untuk kredit kendaraan bermotor meningkat sekitar 4,4%menjadi Rp40 triliun. Pada periode yang sama, pembiayaan kartu kredit tumbuh mencapai sebesar 11,8% menjadi Rp12, 9 triliun.

Baca Juga  Menlu Korsel Akan Negosiasi Percepatan Kerja Sama Dangang Dengan Indonesia

Kendati demikian penyaluran kredit bisa dikatakan tumbuh positif, rasio kredit bermasalah (NPL) tercatat berada pada level 1,4% atau kira-kira masih berada dalam tingkat toleransi risiko yang masih dapat diterima.

“Kami tekankan kehati-hatian dalam penyaluran kredit dalam meraih peluang dari permintaan kredit yang lebih tinggi selama tahun 2018,” ujar Jahja seperti dikutip dari okezone com

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here