Banyak Orang Yang Khawatir Di Era Industri 4.0 Ini

0
Ilustrasi Industri 4.0 via sirie co id
KabarUang.com, Jakarta – Banyak orang yang khawatir di era Industri 4.0 ini. Kekhawatiran itu juga menyeruak lantaran pada era ini akan bisa menyebabkan disrupsi lapangan kerja. Era ini juga menawarkan pekerjaan yang sebelumnya dikerjakan banyak orang, kini juga bisa dikerjakan oleh beberapa orang atau juga bahkan satu orang saja.

Banyak orang yang khawatir di era Industri 4.0 ini. Kekhawatiran itu juga menyeruak lantaran era ini mengakibatkan disrupsi lapangan kerja. Era ini juga menawarkan pekerjaan yang sebelumnya dikerjakan banyak orang, kini bisa dikerjakan oleh beberapa orang atau juga bahkan satu orang saja.

Baca Juga  Contoh Bisnis Model Kanvas Makanan

Sejak ramai beredarnya start up, terjadi perubahan sangat drastis dari sisi usaha. Era start up ini juga sebenarnya masih masuk dalam ranah revolusi digital atau juga era Industri 3.0. Ketika ranahnya sudah bermain pada big data dan sistem sensor yang sudah semakin maju dan radikal inilah disebut dengan era Industri 4.0. Bagi akademisi jebolan Harvard yang kini menjadi pengajar di berbagai perguruan tinggi, Richardus Eko Indrajit, era Industri 4.0 bukan tidak mungkin dan malahan banyak tengah melakukan perubahan besar pada dunia.

Baca Juga  Apa Tanggapan Asosiasi Maskapai Soal Mahalnya Tiket Pesawat?

“Inilah era dari yang tidak bisa menjadi bisa. Kalau institusi perbankan tidak berubah mengikuti ini, bakal digilas,” kata Indrajit dalam sebuah seminar transportasi di Jakarta belum lama ini seperti dikutip dari okezone com.

Sebab kita juga belajar dari Fintech yang juga bagian dari proses Industri 4.0, apa yang tidak bisa dilakukan oleh bank, maka pasti bisa dilakukan oleh pihak Fintech. 
“Singkatnya, apa yang tidak diatur atau tidak ada dalam aturan, bisa bakal banyak aturan baru,” ujar dia. Industri besar lainnya, kata dia, harus cepat bisa beradaptasi. Perubahan Industry 4.0 sudah sangat radikal seperti dikutip dari okezone com.

Baca Juga  Risiko Berbahaya Bila DP 0 Persen Pada Kendaraan, JK Tak Setujui

Misalnya saja pelabuhan di Hong Kong kini minim dan kini menggunakan pekerja harian. Yang ada hanya bagian control yang dilakukan satu atau bahkan dua orang. “Kontainer diangkut pakai crane dengan sistem komputerisasi yang dikontrol dan didata lewat controller dengan sistem pembacaan yang canggih dari big data,” ungkapnya seperti dikutip dari okezone com.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here