April 2019 Proyek Rel Layang Kereta Api Medan-Bandara Kualanamu Bisa Beroperasi

Advertisement

April 2019 Proyek Rel Layang Kereta Api Medan-Bandara Kualanamu Bisa Beroperasi

Jumat, 15 Maret 2019
Ilustrasi Proyek Rel Layang Kereta Api via skycrapercity com
KabarUang.com, Jakarta - PT Wika Beton menyelesaikan suatu pemasangan box girder sehingga rel layang kereta api rute Medan - Bandara Kualanamu sepanjang 10,8 kilometer itu bisa langsung dioperasikan pada bulan April 2019 mendatang. Manajer proyek PT Wika Beton yakni Mukhtar Yunus mengatakan bahwa dengan selesainya seluruh pemasangan box girder, maka proyek rel itu juga sudah akan rampung. Dia mengatakan itu usai pemasangan box girder terakhir rel layang kereta api Medan-Bandara Kualanamu itu.

"Tinggal Baltek (Balai Teknik Perkeretapian) dan PT KAI (Kereta Api Indonesia) yang menentukan jadwal kapan jalur itu dioperasikan. Menurut rencana jalur itu dioperasikan April," ujarnya dilansir dari Antaranews, Jumat (15/3/2019) seperti dikutip dari okezone com

Mukhtar juga harus mengakui bahwa pengerjaan proyek jalur/rel layang kereta api itu dilakukan penuh dengan kehati-hatian, karena ia menilai ini bersangkutan dengan khalayak luas.

"Pengerjaan dilakukan ekstra hati - hati karena pembangunan dilakukan di atas jalur kereta api yang aktif dan termasuk jalan raya," katanya seperti dikutip dari okezone com

Pembangunan seperti pemasangan box girder juga sangat membutuhkan standar keamanan yang lebih ketat lagi agar tidak ada "kecelakaan". Pejabat Pembuat Komitmen Medan 1 Baltek Perkeretaapian Kemenhub RI, yakni Fahrul Rifai Hasibuan menyebutkan, bahwa dalam pengerjaan proyek rel layang kereta api itu totalnya sudah sekitar 96%.

"Dengan selesai pemasangan box girder, maka proyek itu segera diserahkan ke KAI.Diharapkan Aptil 2019, rel layang itu sudah bisa dioperasikan PT KAI," katanya seperti dikutip dari okezone com

Fahrul Rifai Hasibuan juga menegaskan lagi dengan beroperasinya rel layang, maka nantinya akan mengurangi sekitar 42 frekuensi lalu lintas kereta api dari dan ke Bandara Kualanamu per harinya melalui jalur bawah. Dengan demikian, katanya, proyek rel kereta api layang yang pertama di Sumatera itu yang akan bisa dimulai bulan depan dan sangat diharapkan akan mampu menekan angka kemacetan lalu lintas di jalan raya.