Alsintan Diberikan Secara Cuma-Cuma untuk Petani

0
Ilustrasi via Twitter com

KabaraUang.com, Jakarta – Dalam rangka mengatasi berkurangnya tenaga keja pertanian, Kementrian Pertanian (Kementan) berencana untuk memberikan bantuan berupa alat mesin pertanian (Alsintan) secara cuma – cuma untuk petani.
Kementan akan memberikan beberapa Alsintan seperti traktor roda dua, traktor roda tigas, alat mesin tanam (rice planter), hingga bantuan alsintan untuk panen (combine harvester). Alsintan ini diberikan secara gratis dari Kementan untuk para petani. Apabila petani diminta biaya tebus atau semacamnya, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Sarwo Edhi mengatakan bahwa itu adalah perbuatan oknum yang tidak bertanggung jawab. Jika hal ini terjadi, pihak Kementan meminta agar petani melapor kepada pihak berwenang.
“Semua sumber pembiayaan alsintan sudah diatur dalam Buku Pedoman Umum Bantuan Asintan sejak tahun 2015. Sumber pembiayaan untuk penyediaan dan penyaluran alsintan bersumber dari DIPA Satuan Kerja Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian pada beanja barang (belanja peralatan dan mesin) untuk diserahkan kepada pemerintah desa dan petani. Jadi tidaka da biaya yang dibebankan kepada petani selain bahan bakar serta perawatan mesin,”ujarnya dilansir dari liputan6.com.
Edhi mengatakan pemberian alsintan ini juga bertujuan untuk merubah mindset masyarakat soal bertani. Kini bertani bisa dilakukan secara modern dengan alsintan, sehingga petani tidak perlu lagi kotor-kotoran saat bertani.
“Kita berikan peraatan modern, tidak tradisional seperti cangkul, sabit, atau semacamnya. Gratis,”tambahnya.
Sementara pengguna alsintan tersebut sudah diatur oleh pemerintah da ditetapkan oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten/Kota yang berkoordinasi langsung dengan Dinas Pertanian Provinsi dan Direktorat Alat dan Mesin Pertanian.
“Kadang di lapangan terjadi salah paham mengenai bantuan alsintan yang pemerintah berikan. Petani kerap beranggapan alsintan yang pemerintah berikan itu bisa langsung dibawa pulang. Padahal, alsintan tersebut untuk didistribusikan kepada kelompok yang sudah terdata mendapat bantuan pemerintah,”jelas Edhi.
Beliau juga menambahkan bahwa semua pihak petani akan mendapat bantuan alsintan.
“Memang masih banyak kelompok petani yang belum mendapatkan alsintan. Ini hanya masalah wkatu saja,”paparnya.
Nantinya, para tani yang menerima bantuan alsinta ini wajib membentuk sebuah unit yang bernama UPJA (Usaha Pelayanan Jasa Alsintan) atau yang bisa disebut sebagai lembaga pedesaan yang bergerak di bidang pelayanan jasa. Hal ini dilakukan dalam rangka optimalisasi penggunaan alat dan mesin pertanian untuk mendapatkan keuntungan usaha baik didalam ataupun diluar kelompok tani.
“UPJA yang merupakan bagian dari Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) akan melayani jasa sewa alsintan untuk kelompok tani yang tergabung dalam Gapoktan. Tapi harga sewanya pun tidak sampai jutaan dan memberatkan petani,”tutupnya.
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Baca Juga  Menteri Rini Pertanyakan Bukti Tentang Opini Bahwa BUMN Akan Hancur.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here