AFPI Sediakan Layanan Jendela Untuk Aduan Pengguna Fintech

0
Ilustrasi AFPI Siapkan Jendela Aduan Fintech via bunda3f net
KabarUang.com, Jakarta – Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia atau yang disingkat dengan AFPI meluncurkan saluran informasi dan juga pengaduan dengan nama Jendela. Wakil Ketua Umum AFPI, yakni Sunu Widyatmoko mengatakan, nantinya Jendela akan bekerja berdasarkan aduan yang masuk dari pengurus, atau direkomendasikan kepada komite etik.

“Nanti pengurus akan melihat ini kasusnya valid atau tidak. Kalau valid, nanti dia akan diketahui tercatat sebagai peminjam di platform ini (fintech anggota AFPI) dan ada bukti-buktinya, baru kita majukan komite etik,” kata Sunu di Gedung BEI, Jakarta, Jumat 8 Maret 2019 seperti dikutip dari viva co id

Baca Juga  Ini 10 Jenis Usaha Kuliner Yang Paling Laku

Sunu juga menjelaskan, berdasarkan masukan itu nantinya komite etik akan bekerja secara independen, berguna juga melakukan verifikasi baik untuk terhadap platform ataupun kepada orang yang melaporkan.

“Nanti hasil dari verifikasi tersebut dia akan memberikan rekomendasi kepada pengurus, bahwa dari komite etik syaratnya adalah begini misalnya,” ujar Sunu seperti dikutip dari viva co id

Sunu juga telah menjelaskan masyarakat pengguna fintech bisa mengadukan ke Jendela apabila pihak customer service dari sebuah platform fintech bersangkutan tidak bisa menyelesaikan masalah yang diadukan.

Baca Juga  Berkat Freeport, Aset Inalum Melonjak Jadi Rp162 T pada 2018

“Karena sebetulnya di setiap platform kan ada customer service, jadi kalau misalnya kita pinjam ke salah satu platform dan ada keluhan, itu sebenarnya bisa diselesaikan di level customer service mereka,” kata Sunu seperti dikutip dari viva co id

“Tapi kenapa harus sampai ke asosiasi (Jendela)? Itu apabila orang ini merasa tidak terlayani hak-nya atau tidak ada jalan keluar. Kemudian baru dia bisa mengajukan kepada Jendela,” ujarnya menambahkan seperti dikutip dari viva co id
“Kalau melalui channel yang lain, kita akan tangani secara berbeda. Karena kalau channel-nya melalui pengaduan itu kan terkait anggota, dan kalau terkait anggota itu ada komite etik,” kata Sunu seperti dikutip dari viva co id
“Tapi kalau dia melalui LBH sudah masuk ranah hukum nih, maka pendekatannya melalui hukum. Bukan lagi melalui komite etik, tapi melalui pengacara yang ditunjuk oleh platform,” ujarnya seperti dikutip dari viva co id
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here