Ada Perubahan Skema Bagi Hasil Minyak Dan Gas Bumi

0
Ilustrasi Bagi Hasil via kun7kototalago-ii co id
KabarUang.com, Jakarta – Pemerintah menegaskan bahwa adanya perubahan skema bagi hasil minyak dan gas bumi dari skema penggantian biaya operasi hulu migas atau dengan kata lain adalah cost recovery ke gross split itu akan mampu menyumbang pendapatan negara bukan pajak atau PNBP sampai sebesar Rp13,3 triliun. Sumbangan negara tersebut dihasilkan dari bonus tanda tangan 40 wilayah kerja atau WK migas dari sejumlah kontraktor kontrak kerja sama atau KKKS.

”Ini hasil perubahan yang semula menggunakan cost recovery menjadi gross split. Total WK yang sudah menggunakan gross split sebanyak 40 WK,” ujar Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar di Jakarta kemarin seperti dikutip dari okezone com

Baca Juga  Bulog Diminta Berhati-hati Saat Ekspor Beras

Menurutnya masih banyaknya wilayah kerja migas menggunakan skema gross split tersebut membuktikan bahwa ternyata investasi migas di Indonesia menarik di mata investor. Dari jumlah 40 WK migas yang menggunakan gross split tersebut, ada sebanyak 14 WK merupakan hasil lelang pada tahun 2017 dan juga pada tahun 2018. Hasil lelang pada tahun 2017 adalah WK Andaman I, Andaman II, lalu Merak Lampung, kemudian Pegawai, dan juga West Yamdena.

Sementara hasil lelang tahun 2018 adalah WK Citarum, East Ganal, East Seram, Southeast Jambi, South Jambi B, Banyumas, lalu South Andaman, kemudian South Sakakemang, dan juga Maratua. Untuk 21 WK lainnya merupakan WK terminasi yang masa kontraknya akan berakhir mulai dari 2017 sampai tahun  2023. WK yang kontraknya berakhir pada tahun 2017 adalah Offshore North West Java.

Baca Juga  Dapat Pinjaman Untuk Pedagang Jangan Lupa Dicicil

Adapun kontrak migas yang berakhir pada tahun 2018 adalah North Sumatera Offshore, Ogan Komering, South East Sumatera, Tuban, Sanga-Sanga, dan juga East Kalimantan. WK migas yang kontraknya berakhir pada 2019 adalah Jambi Merang, Raja/Pendopo, Bula dan juga Seram-Non Bula. Kontrak yang berakhir pada tahun 2020 adalah Malacca Straits, Brantas, Salawat, dan Kepala Burung. Sementara WK yang kontraknya berakhir pada tahun 2021 ialah Rokan.

Baca Juga  Tercatat Naik Jadi 18,3 Juta Orang Setelah Ada Wajib Pajak Pelapor SPT 2019

WK yang berakhir pada 2022 adalah WK Tarakan dan juga Coastal Plains and Pekanbaru (CPP), WK Sengkang dan WK Tungkal dan WK terminasi berakhir pada 2023 adalah WK Rimau. Sisanya 5 WK amandemen mengganti sistem cost recovery menjadi gross split , yaitu WK East Sepinggan, Duyung, Lampung III, GMB Muralim, dan juga Sebatik.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here