Harga Ayam Turun, Peternak Merugi

Advertisement

Harga Ayam Turun, Peternak Merugi

Nurlaila Fitriani
Senin, 04 Maret 2019
Ilustrasi via PasarIndonesia com





KabarUang.com, Jakarta – Penurunan harga ayam yang terjadi secara terus-menerus merugikan peternak Indonesia. Rata-rata harga ayam turun sekitar 8,6 persen setiap bulannya. Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua Pusat Kajian Pertanian Pangan dan Advokasi (PATAKA).

Beliau mengatakan jika hal ini terus terjadi dan merugikan peternak Indonesia, kasus turunnya harga ayam ini harus mndapatkan perhatian dari pemerintah. Terlebih penurunan harga ayam ini sudah terjadi sejak Oktober 2018 lalu. Berdasarkan hasil pemantauannya, harga ayam ini turun pada bulan Fbruari 2019 menjadi sekitar Rp 17.300 per kilogram yang menurun dari periode Oktober 2018 yang harga sebelumnya Rp 19.000 per kilogram.

“Dengan demikian, terjadi penurunan harga ayam hidup rata-rata setiap bulan 8,6 persen. Kondisi ini jelas merugikan peternak unggas rakyat mandiri,”ujar Ketua Pusat Kajian Pertanian Pangan dan Advokasi (PATAKA) yang dilansir dari antaranews.com.

Bahkan beliau juga memperkirakan berapa kerugian yang dialami oleh peternak Indonesia. Pihaknya menghitung, jika harga ayam turun sebesar Rp 3.000 per kilogram disertai potensi 18 juta ekor ayam hidup sekaligus asumsi tingkat kematiannya sebanyak lima persen, maka jumlah kerugian yang bisa dialami oleh peternak Indonesia bisa mencapai Rp 2 triliun.

Kerugian yang dialami para peternak juga berdampak pada penurunan jumlah petani unggas rakyat mandiri lainnya yang semakin berkurang setiap tahunnya. Pernyataan ini disampaikan ketika beliau menanggi para peternak ayam yang melakukan demo lantaran kecewa dengan harga ayam yang turun di pasaran.

Para peternak unggas rakyat mandiri ini mengadakan demo didepan lapangan Monas. Mereka meminta pemerintah merevisi Undang-Undang Peternakan. Hal ini dikarenakan tidak adanya perlindungan usaha peternakan dalam negeri dari persaingan di pasar yang tidak sehat.

Bukan hanya demo dengan membawa poster bertuliskan ‘NAIKAN HARGA AYAM’,’#SAVE PETERNAK RAKYAT INDONESIA’, tetapi juga disertai aksi melepaskan ayam boiler. Hal inilah yang membuat para petugas yang mengamankan para peternak yang demo menjadi kewalahan karena banyaknya ayam boiler yang dilepaskan oleh para peternak.