9 Tahun Berunding Indonesia-Australia Sepakati IA-CEPA

0
Ilustrasi IA-CEPA via validnews id

KabarUang.com, Jakarta – Indonesia dan Australia resmi menandatangani perjanjian kerjasama ekonomi atau Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement atau yang disingkat dengan IA-CEPA pada hari ini. Penandatangan IA-CEPA dilakukan langsung oleh Menteri Perdagangan Republik Indonesia (RI) yakni oleh Enggartiasto Lukita dan juga oleh Menteri Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi Australia yakni oleh Simon Birmingham, yang disaksikan langsung oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla atau sapaan akrabnya JK.

Perjanjian ini juga sudah lama dinanti, pasalnya perundingan memakan waktu hampir satu dekade. Negosiasi pertama kali dimulai pada akhir tahun 2010 dan juga sempat ditunda pada bulan November 2013 sampai akhirnya diaktifkan kembali pada bulan Maret 2016. 

Baca Juga  Kini Petani Indonesia Melek Asuransi Pertanian
Setelah menyelesaikan sekitar 12 putaran negosiasi, dan juga sejumlah pertemuan dengan Kepala Negosiator, perundingan IA-CEPA akhirnya telah diselesaikan pada tanggal 31 Agustus tahun 2018. Akan tetapi, penandatanganan kesepakatan terus saja tertunda sampai akhirnya terlaksana pada hari ini.

“Setelah sembilan tahun negosiasi, akhirnya kedua negara sudah sepakat. Terima kasih pada semua pihak, karena dengan adanya penandatanganan ini kedua negara bisa tumbuh bersama,” ujar Enggar dalam dalam acara penandatanganan perjanjian dagang IA-CEPA di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Senin (4/3/2019) seperti dikutip dari okezone com

Baca Juga  Traveloka Gelontorkan Rp 968 Milliar Akuisisi PegiPegi dan 2 Travel Agencies
Enggar juga menyatakan, penandatanganan perjanjian ini merupakan atau mencerminkan tingkat keterlibatan yang lebih dalam dalam hubungan ekonomi antara Australia dan juga Indonesia yang telah lama terjalin. Perjanjian ini bahkan bertujuan untuk kemitraan ekonomi yang lebih komprehensif, berkualitas tinggi dan juga saling menguntungkan antara Indonesia dan Australia yang mencakup perdagangan barang, jasa, elektronik, investasi, kerja sama ekonomi, lalu persaingan, dan bahkan ketentuan hukum.

Baca Juga  BUMN Buka Sekitar 11.000 Lowongan Kerja

“Dalam perdagangan barang mencakup langkah-langkah non-tarif, aturan asal, prosedur bea cukai, fasilitasi perdagangan, sanitasi dan phytosanitaxy, dan hambatan teknis untuk perdagangan. Pada perdagangan jasa di antaranya mencakup layanan profesional, layanan keuangan, layanan telekomunikasi,” katanya seperti dikutip dari okezone com

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here