Tidak Perlu Impor Lagi, Kini Jagung Panen Melimpah

0
Ilustrasi Ladang Jagung via youtube com
KabarUang.com, Jakarta – Berbagai titik daerah di Indonesia kini sudah mulai memasuki masa panen raya jagung sehingga pemasokan pun bisa dikatakan sangat melimpah. Karena itu, kita tidak perlu lagi impor dan lebih baik menyerap jagung dalam negeri saja.
”Tuban saat ini banjir jagung. Luas panennya (sekitar) 50.000 hektare (ha). Total produksinya 400.000 sampai 500.000 ton. Artinya, ada 1,5 juta ton. Ini baru Tuban produksi di bulan Februari,” kata Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di sela melakukan panen raya jagung di Desa Talun, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Jumat (15/2/2019) seperti dikutip dari okezone com
Menurut Mentan, pada saat ini jagung yang bisa digunakan sebagai bahan baku industri pakan ternak ini sudah mulai banyak tersedia di petani. Karena itu untuk para industri pakan ternak dan pengguna jagung lainnya seperti para peternak ayam petelur bisa membeli langsung kepada petani atau melalui Perum Bulog saja.
Panenan kali ini sangat diyakini lebih banyak jika dibandingkan dengan panen-panen sebelumnya. Karena itu, perihal stok jagung yang ada di petani sangatlah melimpah. Agar harga jagung di tingkat petani tidak jatuh, sebagian hasil panen jagung tahun ini akan mulai diekspor. 
”Dalam waktu dekat kita ekspor jagung,” tegas Amran seperti dikutip dari okezone com
Amran juga menuturkan, pada tahun 2018 Indonesia sudah mengekspor jagung sekitar 380.000 ton. Tahun ini rencananya akan ekspor yang ditargetkan lebih tinggi lagi yaitu 500.000 ton. Ada beberapa daerah juga yang menjadi sentra produksi jagung nasional seperti Provinsi Gorontalo, Jawa Timur, Jawa Tengah, NTB, dan juga Sulawesi Selatan. Adapun harga jagung saat ini sangat bervariasi, antara daerah satu dengan yang lainnya bisa berbeda. 
”Beberapa daerah di harga Rp3.500 per kilogram. Kami sudah dapat laporan, Sumatera sudah panen, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, dan Jawa Tengah juga sudah panen,” tuturnya seperti dikutip dari okezone com
Mentan juga meminta pengusaha besar bisa memanfaatkan momentum panen jagung yang sedang berlangsung di sentra produksi seperti di Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera, dan juga Sulawesi. 
”Saya dapat laporan, Sumatera, Sulawesi, Jawa Timur, dan Jawa Tengah juga sedang panen.Yang kami khawatirkan kalau panen serentak seperti ini harga jadi anjlok sehingga harga di bawah harga pokok penjualan (HPP),” kata Amran seperti dikutip dari okezone com
Mentan juga sudah melakukan kesepakatan bersama antara Kementerian Pertanian (Kementan)- Pemerintah Daerah Tuban-Perum Bulog-peternak- petani. Tujuannya kesepakatan ini adalah agar adanya stabilisasi pasokan dan juga harga jagung di tingkat petani dan juga peternak. Caranya yaitu melibatkan Bulog yang membeli jagung petani sebanyak sekitar 100 ton tunai. 
”Kesepakatan ini, kami ingin sinergikan peternak dengan petani jagung. Yang di tengahnya ada Bulog. Pemerintah hadir sehingga dua-duanya untung. Petani untung, peternak tersenyum, juga pengusahanya untung,” ucap Amran seperti dikutip dari okezone com
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Baca Juga  Uang Nasabah Raib Diduga Ada Manipulasi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here