Tarif Kargo Udara Berdampak pada Sektor Perikanan

0
Ilustrasi via Media Garuda

KabarUang.com, Jakarta – Sektor perikanan yang banyak menggunakan jalur udara merasakan dampak dari kenaikan tarif kargo. Hal ini karena jalur udara dikatakan lebih efektif dalam ekspor sektor perikanan.
Menurut Rifky Effendi Hardijanto selaku Direktur Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP mengatakan bahwa jasa logistik ini khususnya melalui udara, bertujuan untuk mengatasi kendala jarak, selain itu juga dengan ekspor ini menjalin kesatuan wilayah serta bisa menambah nilai suatu produk. untuk itu, logistik memiliki peran penting dalam sektor perikanan.
“Transportasi udara dinilai sangat efektif dalam kerangka logistik karena mempersingkat waktu dan jarak,”ujarnya di Jakarta seperti yang dilansir dari beritabisnis.com.
Kabarnya saat ini penggunaan jasa logistik ini sekitar 50 persen dari total ikan yang didistribusikan. Namun, Effendi juga mengatakan bahwa biaya transportasi udara mengalami kenaikan sebesar 183 persen pada tahun 2019 ini jika dibandingkan dengan tahun lalu.
Kenaikan jalur udara ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya ialah naiknya harga avtur sebesar 40 persen serta kurs rupiah yang sedang mengalami pelemahan hingga 14 persen.
“Kenaikan biaya ini berdampak pada kegiatan pelaku usaha perikanan sampai pada tahap penghentian usaha atau ekspor hasil perikanan karena harga jualdengan produk perikanan tidak kompetitif dengan biaya logistik yang lebih dari 20 persen,”ujar Effendi.
Akhirnya para nelayan memindahkan hasil ikan laut ke Pelabuhan Muara Angke, Jakarta. Kenaikan ekspor perikanan diperkirakan naik 7,21 persen dibandingkan dengan tahun 2017 lalu menurut Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Untuk mengatasi masalah logistik ini Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah melakukan koordinasi dengan Kementrian Koordinator Perekonomian, Kementrian Koordinator Maritim, Kementrian bumn, Kementrian Perhubungan, Citylink, Sriwijaya, Garuda Indonesia, Angkasa Pura I dan pelaku usaha perikanan.
Akhirnya, Garuda Indonesia mengoperasikan 1 dari 4 pesawat freighter khusus barang yang dapat dimanfaatkan. Untuk transportasi hasil perikanan menggunakan pesawat freighter yang diawali dari Ambon.
“Para pelaku usaha di Bali, Mimika, dan Ambon telah sepakat melakukan kerjasama pengiriman komoditas ekspor (udang) dari lokasi produksi menggunakan freigher Garuda dengan biaya dan volume yang disepakati kedua belah pihak. Selanjutnya Ditjen PDSPKP akan memfasilitasi pertemuan untuk konsolidasi muatan dan kerjasama para pihak dalam distribusi hasil perikanan,”tutupnya.
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Baca Juga  Laba Bank Danamon Capai Rp 3,9 Triliun

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here