Tanah Gunung Kidul Harus Produktif dengan Tambah Populas Jagung kata Kementan

0
Ilustrasi via Bumi Lampung com

KabarUang.com, Jakarta – Para petani yang berada di daerah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta diminta untuk lebih produktif oleh Kementrian Pertanian (Kementan) dengan cara menambah populasi atau kepadatan jarak tanam jagung dari 60 ribu batang per hektare menjadi 100 ribu batang per hektare.

Hal ini membuat Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementrian Pertanian Gatot Irianto di Gunung Kidul meminta bantuan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Yogyakarta agar melakukan penelitian soal tanah yang subur di Gunung Kidul. Ini dilakukan agar para pentani bisa menambah populasi jagung.

Baca Juga  Di Eropa Sawit RI Didiskriminasi, Ini Dia Fakta-Faktanya

“Kami tahu tanah di Gunung Kidul mudah erosi. Kami minta BPTP melakukan kajian tanah yang subur untuk padat populasi tanaman jagung,”ujar Gatot pada saat panen raya di Desa Bleberan, Gunung Kidul dilansir dari antaranews.com.

Beliau menambahkan, alasan Kementan menekan para petani Gunung Kidul menambah produksi agung agar harga jagung ditingkat petani tidak anjlok khususnya pada saat panen raya seperti ini.

Kementan meminta petani jagung untuk memproduksi jagung sepanjang tahun agar harga jagung terjaga. Harga jagung saat ini yaitu Rp 2.200 per kilogram dengan kualitas bagus. Begitu pula dengan harga jagung di Jakarta.

Baca Juga  Harga Pertamax Turun Jadi Rp 9.850, Berlaku Mulai Hari Ini

“Supaya komoditas jagung tersedia sepanjang tahun dan harga jagung stabil dan kompetitif, petani harus memproduksi jagung sepanjang tahun”tambahnya.

Pada tahun 2018 lalu, Gatot mengatakan bahwa Indonesia sudah ekspor jagung sebanyak 380 ribu ton, namun Indonesia masih melakukan impor jagung sebanyak 100 ribu ton.

“Jangan diartikan kalau Indonesia surplus produksi jagung, kemudian tidak impor karena kondisi tertentu harga jagung naik. Akibatnya, para peternak menjerit karena harga jagung tinggi,”ujarnya.

Gunung Kidul sendiri memiliki tanah kering yang sangat cocok untuk tanaman palawija, khususnya jagung. Hal ini dikatakan oleh Bupati Gunung Kidul Badingah yang juga mengatakan luas penanaman jagung di setiap tahun 51.000 hektare. Jadi, Gunung Kidul berkontribusi sebanyak 96 persen produksi jagung di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Baca Juga  Program Baru Kementan Demi Tingkatkan Populasi Sapi Potong di Jawa Timur

Musim tanam pertama jagung pada 2019 ini mencapai seluas 46.672 hektare yang baru akan panen minggu ini. Untuk mendorong produksi jagung di Gunung Kidul, Kementan memberikan bantuan benih seluas 10.000 hektare.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here