Sri Mulyani Tak Setuju Bila Pekerja Digantikan Robot

0
Ilustrasi Robot Pekerja via pintaria com
KabarUang.com, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa perihal perkembangan teknologi telah mampu mengubah pola tenaga kerja dari manusia menjadi mesin. Hal ini tak mungkin dapat dihindari mengingat ke depan teknologi akan semakin berkembang pesat dan makin canggih. 
“Kita harus memahami ini, mengantisipasi, mengelola, me-manage, dan memanfaatkannya. Kalau tidak kita ketinggalan. Ini tanggung jawab yang berat, bagaimana respon kebijakan kita, bukan hanya mengantisipasi ini, tapi juga bagaimana menyiapkan masyarakat untuk menghadapinya,” ujar dia dalam seminar mengenai digitalisasi di Kemenkeu, Jakarta, Selasa (12/2/2019) seperti dikutip dari okezone com
Maka dari itu pemerintah sebagai pemangku kebijakan harus sangat mampu membuat inovasi sehingga mampu menyeimbangi perkembangan zaman dari masa ke masa. Karena, fenomena banyaknya pekerjaan yang terus tergantikan oleh robot, dapat merubah kebijakan fiskal untuk ke depan.
Ia juga mengatakan, ketika para robot yang bekerja maka yang perlu dikaji ulang dan perlu dipertimbangkan adalah siapa yang akan membayar Pajak. Karena, tanpa pajak akan sulit untuk melakukan pembangunan negara untuk kedepannya. 
“Jangan anggap ini fiksi, Kemenkeu ada dalam core (lingkup) ini. Siapa yang dapat income kalau diganti robot? Siapa yang bayar pajak? Siapa yang bangun public utility dan public services?,” kata dia seperti dikutip dari okezone com
Sri Mulyani juga menekankan sekali lagi, Kemenkeu harus mampu menjadi lembaga pemerintahan yang tegas dan juga terdepan untuk beradaptasi menghadapi langsung perkembangan ini. Ini juga  dilakukan dengan menciptakan budaya baru yaitu budaya digital di lingkungan kerja.
“Kalau Kementerian Keuangan sebagai policy maker hanya fokus APBN, mikir jelasin utang, padahal kita di lingkup perubahan itu maka jangan kaget kalau kita mikirnya sepele, Indonesia hanya dijadikan pasar. Sebanyak 55 juta masyarakat kita punya daya beli yang mantap, pengguna telpon genggam, pertumbuhan internet double digit, ini potensial sebagai market,” ujarnya seperti dikutip dari okezone com
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Baca Juga  Kata Ekonom UI soal Hasil Debat Capres Kedua

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here