Sri Mulyani Racik Kebijakan Dukung Ekonomi Digital

0
Ilustrasi Sri Mulyani via jawapos com
KabarUang.com, Jakarta – Pemerintah terus menggodok suatu formula kebijakan, terkhususnya untuk fiskal, atau untuk mendukung pelaku usaha ekonomi digital agar dapat semakin berkembang. Menteri Keuangan Sri Mulyani juga telah mengatakan, sebagaimana adanya paket kebijakan ekonomi sebelumnya, ekonomi digital termasuk salah satu sektor yang mendapatkan dukungan dari pemerintah, misalkan dalam hal pemberian insentif perpajakan.
“Namun, bagi kita untuk bisa mempelajari dan memahami, kita sekarang sebetulnya sedang di dalam komunikasi dengan para pelaku untuk mengetahui ekosistemnya mereka. Sehingga, kita juga bisa membuat berbagai pendekatan agar kegiatan mereka itu bisa tumbuh terus meningkat,” ujarnya usai dialog ekonomi dan kebijakan fiskal dengan para pengusaha di Kantor Pusat Ditjen Pajak, seperti dikutip Antaranews, Jakarta, Selasa (19/2/2019) seperti dikutip dari okezone com
Pada saat ini pemerintah memperlakukan para pelaku ekonomi digital adalah sebagai suatu industri yang tengah berkembang dan juga memahami model bisnis mereka. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu juga mengatakan, dukungan pemerintah bisa saja nantinya dalam bentuk insentif untuk penelitian dan juga pengembangan atau insentif dengan mekanisme lainnya. 
“Jadi support yang sifatnya langsung seperti itu untuk para start up baru yang kadang-kadang menghadapi permodalan dan bagaimana mereka menghadapi risiko terutama pada risiko kegagalan awal. Itu sedang terus digodok untuk terus bisa mendapatkan treatment dan support yang memang sesuai dengan mereka,” kata Ani, panggilan akrabnya seperti dikutip dari okezone com
Sebelumnya Sri Mulyani juga telah mengatakan, bahwa potensi demografi penduduk Indonesia yang didominasi dengan generasi melek teknologi diyakini  menjadi potensi pasar ekonomi digital yang dikatakan besar. Menurutnya juga tren bisnis mulai berubah. Banyak perusahaan konvensional yang pindah atau bahkan mengembangkan aspek digital, sehingga pemerintah pun terus berkomunikasi dengan perusahaan-perusahaan atau marketplace digital untuk mendapatkan masukan mengenai bisnis model mereka dan juga apa yang perlu disesuaikan dari sisi perpajakannya.
 
Indonesia saat ini memiliki empat perusahaan rintisan atau start up, skala unicorn atau mempunyai valuasi di atas USD1 miliar atau Rp14 triliun yakni Go-Jek Traveloka, Bukalapak, dan juga Tokopedia. Menurutnya juga Indonesia telah mampu membuat perusahaan sekaliber global. Hal ini akan menjadi daya tarik bagi para pemain digital dunia untuk datang ke Indonesia.
“Oleh karena itu, pemerintah akan memperbaiki dari sisi kebijakan, yakni memberikan insentif dan berkomunikasi dengan mereka agar terus memberikan nilai tambah,” kata Sri Mulyani seperti dikutip dari okezone com 
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Baca Juga  BRI Siap Gandeng Alipay

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here