Sri Mulyani Disebut Sebagai Menteri Pencetak Utang

Advertisement

Sri Mulyani Disebut Sebagai Menteri Pencetak Utang

Minggu, 03 Februari 2019
Ilustrasi Sri Mulyani via inews id
KabarUang.com, Jakarta - Sri Mulyani Indrawati selaku Menteri Keuangan Republik Indonesia,  pada akhirnya ia menjawab tudingan soal dirinya yang disebut sebagai menteri pencetak utang.
Pernyataan dan tuduhan itu ternyata dilontarkan oleh calon Presiden bernomor urut 02, yaitu Prabowo Subianto dalam sebuah kegiatan Deklarasi Nasional Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur pada minggu lalu.
Tanggapan Sri Mulyani itu ditulis dalam sebuah puisi indah yang diberi judul "Kala Kamu Menuduh Aku Menteri Pencetak Utang" yang juga diunggahnya dalam akun jejaring media sosial Facebooknya pada hari Jumat, tanggal 1 Februari 2019.

Status yang diunggah mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia hingga Sabtu pagi ini, yaitu pada tanggal 2 Februari 2019, telah mendapatkan like dari warganet sebanyak 55.648, kemudian dikomentari oleh sebanyak 13.524 dan juga statusnya telah dibagikan oleh warganet sebanyak 25.725 kali. 

Ini dia puisi indah yang ditulis Menteri Sri Mulyani.

Kala kamu menuduh aku Menteri Pencetak Utang,
Kami menyelesaikan
Ribuan kilometer jalan raya, toll, jembatan
Untuk rakyat, untuk kesejahteraan
Kami menyelesaikan
Puluhan embung dan air bersih,
bagi jutaan saudara kita yang kekeringan
Puluhan ribu rumah,
untuk mereka yang memerlukan tempat berteduh
Kala kamu menuduh aku Menteri Pencetak Utang,
Kami bekerja menyediakan subsidi
Jutaan sambungan listrik
untuk rakyat
untuk menerangi kehidupan, hingga pelosok
Kami terus bekerja
Meringankan beban hidup
10 juta keluarga miskin
Menyediakan bantuan pangan
15 juta keluarga miskin
Menyekolahkan 20 Juta anak miskin
untuk tetap dapat belajar menjadi pintar
Kala kamu menuduh aku Menteri Pencetak Utang,
Kami bekerja siang malam
Menyediakan jaminan,
agar 96.8 Juta rakyat terlindungi dan tetap sehat.
Merawat Ratusan ribu sekolah dan madrasah,
agar mampu memberi bekal ilmu dan taqwa,
bagi puluhan juta anak-anak kita untuk membangun masa depannya
Kami tak pernah berhenti, agar
472 000 mahasiswa menerima beasiswa untuk menjadi pemimpin masa depan
20.000 generasi muda dan dosen berkesempatan belajar
di universitas terkemuka dunia untuk jadi pemimpin harapan bangsa.
Puluhan juta petani mendapat subsidi pupuk, benih dan alat pertanian,
170.400 hektar sawah beririgasi untuk petani
Jutaan usaha kecil mikro memiliki akses modal yang murah
Jutaan penumpang kereta dan kapal yang menikmati subsidi tiket
Jutaan keluarga menikmati bahan bakar murah
Jutaan pegawai negeri, guru, prajurit, polisi, dokter, bidan, dosen hingga
peneliti mendapat gaji dan tunjangan untuk mengabdi negeri
Terus, Kami terus bekerja, agar
74.953 desa mampu membangun, membasmi kemiskinan.
8.212 kelurahan terbantu untuk melayani rakyat kebih baik
Triliunan rupiah tersedia
membantu saudara kita yang terkena bencana
membangun kembali kehidupannya
Dan masih banyak lagi yang aku mau ceritakan padamu
Agar engkau TIDAK LUPA
Karena itu adalah cerita tentang kita MEMBANGUN INDONESIA
Aku tak ingin engkau lupa itu.
sama seperti aku tak ingin engkau lupa akan sejarah negeri kita.
Aku perempuan yang memenuhi panggilan ibu pertiwi
Aku perempuan, Aku tidak surut demi kecintaanku kepada negeri,
Untuk memberikan yang terbaik bagi Indonesia
Aku dan tujuh puluh enam ribu jajaran Kemenkeu, adalah KAMI.
KAMI TIDAK PERNAH LELAH MENCINTAI DAN MEMBANGUN INDONESIA.
Bagaimana engkau?
#KemenkeuProfesional

Begitulah puisi indah yang merupakan balasan dari Sri Mulyani perihal adanya pernyataan dan sebuah tuduhan yang menyebut dirinya sebagai menteri pencetak utang.