Smelter di Gresik Dapatkan Anggaran Dari Freeport Indonesia

0
Ilustrasi Direktur Utama PT Freeport Indonesia via senayanpost com
KabarUang.com, Jakarta – PT Freeport Indonesia telah mengalokasikan dana sebesar US$2,6 miliar untuk pembiayaan pembangunan pabrik smelter yang direncanakan yang akan dibangun di Gresik, Jawa Timur. Rencana pembangunan fasilitas pengolahan tambang itu juga sudah masuk dalam tahap persetujuan karena sudah diajukan ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Tony Wenas selaku Direktur Utama PT Freeport Indonesia,  menjelaskan, mengenai rencana investasi yang dialokasikan sebesar US$2,6 miliar itu dilakukannya karena untuk investasi selama 5 tahun nanti. Investasi itu juga sudah termasuk seluruh sistem kelistrikan dan juga seluruh kebutuhan proyek.

Baca Juga  Anak Bangsa Indonesia Terancam Miskin, Apa Penyebabnya ?

“Itu semua untuk proyek US$2,6 miliar. Rencana yang kita masukkan itu di Gresik. Masih di Gresik,” kata Tony ditemui di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Jumat 1 Februari 2019 seperti dikutip dari viva co id

Ia juga mengungkapkan, bahwa kapasitas smelter tersebut diperkirakan akan mampu mengolah bahan tambang hingga mencapai 2 juta ton konsentrat per tahunnya. Sejauh ini juga, pembangunan smelter itu masih sesuai dengan rencana yang diajukan ke Kementerian ESDM. Diketahui pembangunan smelter di Gresik itu saat ini baru mencapai 5 persen saja, dan harapannya semua akan terus berjalan lancar tanpa hambatan, dan juga sesuai dengan apa yang diharapkan.

Baca Juga  Polemik Megahnya Jembatan Holtekamp Papua Sampai Katanya Gaji PNS Cair Pertengahan April Ini

“Progresnya memang sesuai dengan rencana yang kita sampaikan ke ESDM,” katanya menegaskan seperti dikutip dari viva co id

“Kan ada opsi di Papua, ada juga di NTB. Ada juga di Gresik. Lagi dikaji. Jadi tiga tempat itu dikaji. Jadi utamanya kita lihat, bu menteri (BUMN) minta khusus dikaji,” kata Fajar Harry Sampurno Deputi Bidang Usaha Pertambangan Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN seperti dikutip dari viva co id
Menurutnya juga, pembangunan smelter ini sangat membutuhkan akses listrik dan tentunya mempertimbangkan sumber daya listriknya juga. Akan tetapi, dalam lima tahun ke depan, Smelter itu sudah harus rampung agar dapat digunakan dengan efektif dan seharusnya. 
“Smelter kan butuh banget listrik, itu di mana, dari mana. nah yang murah itu dari air. Ya itu dikaji. Persiapan dulu di Gresik, tapi kemudian dari sisi lokasi dan energi itu juga kita pikirkan,” katanya seperti dikutip dari viva co id
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here