Serunya Mengolah Kopi Solok dari Kebunnya

0

Ilustrasi via Klinik Kopi
KabarUang.com, Jakarta – Kecamatan Danau Kembar yang letaknya hanya setengah jam dari pusat Ibu Kota Kabupaten Solok, Sumatera Barat saat ini menjadi tempat yang diminati. Pasalnya disana terdapat pengelolaan kopi yang banyak diminati.
Pengelolaan Kopi Radjo di Kabupaten Solok tepatnya di daerah Aia Dingin ini dikelola oleh Koperasi Solok Radjo. Menurut Windy Aghapa selaku Sekretaris Koperasi Kopi Solok Radjo, tempat ini berdiri sejak 2014 silam. Berdirinya koperasi ini sebagai wadah yang dapat memakmurkan para petani kopi serta menambah nilai jual kopi. Pasalnya banyak para petani Solok yang menjual harga kopinya dengan murah.
“Ini merupakan salah satu bentuk perhatian kami terhadap petani, karena hasil kerja kerasnya tidak sesuai dengan pendapatannya,”ujar alumnus Sekolah Tinggi Pariwisata Riau itu yang dilansir dari antaranews.com.
Saat ini koperasi tersbeut sudah bisa menghasilkan 4 ton per bulan. Bahkan maksimalnya bisa mencapai 10-15 ton per bulan dalam bentuk biji hijau. Pengelolaan kopi ini dibagi menjadi dua bagian. Pertama, proses kopi dari buah cherry menjadi green bean dilakukan di bagian Hulu, sedangkan di Hilir green bean di roaster menjadi biji hitam yang kemudian diolah barista menjadi kopi siap santai di kedai kope atau coffee shop.
Proses pembuatannya sendiri terdapat tiga cara yaitu proses natural, honey, dan purewash. Proses natural merupakan proses yang membutuhkan waktu lama, pada proses ini buah kopi atau cherry langsung dijemur dengan kulit merahnya selama 20-30 hari. Penjemuran ini ditutupi dengan plastik dom atau dikenal dengan UV house. Jadi, biji kopi tidak terpapar sinar matahari langsung. Setelah proses penjemuran selesai, biji kopi dikupas dan disangray agar dapat dijadikan kopi. Hasil dari kopi natural ini akan terasa lebih manis karena biji menyerap manis dari kulitnya.
Proses kedua yaitu honey dilakukan dengan cara memisahkan buah kopi dari kulitnya. Setelah itu dilakukan roses penjemuran. Dikatakan proses honey karena proses ini mengandalkan getah yang ada pada kulit kopi sehingga ketika kopi mengering akan membentuk karamel yang terlihat seperti disiram madu.
Selanjutnya cara ketiga yaitu purewash atau cara fermentasi dilakukan dengan merendam buah kopi atau cherry, hal ini dilakukan untuk memisahkan kopi yang berisi dan kosong. Setelah mendapatkan kopi yang berisi, kopi dipisahkan antara kulit dan bijinya, lalu di fermentasi selama 12-36 jam. Setelah difermentasi, kopi dicuci kembali dengan air.
“Kalau kopi Solok Radjo biasanya menggunakan proses natural dan honey, walau sesekali menggunakan metode purewash,”ungkapnya.
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Baca Juga  Jokowi Berikan Layanan Sambung Listrik Gratis Kepada 11 Ribu Rumah Tangga di Bekasi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here