Sektor Manufaktur Tunjang Ekonomi Tahun 2020 Mendatang

0
Ilustrasi Manufaktur via blog quickcorp co id
KabarUang.com, Jakarta – Pemerintah tengah menyiapkan langkah strategis untuk perekonomian tahun 2020 mendatang, yang dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui sektor manufaktur. Ada tiga arah kebijakan utama yang disiapkan, yaitu peningkatan produktivitas melalui peningkatan keterampilan tenaga kerja, peningkatan daya saing ekspor manufaktur, dan juga penguatan strategi industri hulu.
“Program ini untuk menjaga sustainability pembangunan ekonomi dengan baseline pertumbuhan 5,4%. Kami juga sudah berbicara kebijakannya. Dengan langkah strategis ini, capaian hari ini harus dilanjutkan dengan target selanjutnya,” ucap Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto seperti dikutip dari okezone com
Implementasi inisiatif Making Indonesia 4.0 juga sangat diyakini dapat mendongkrak tiga aspek, yaitu aspek Produk Domestik Bruto atau PDB secara umum, kontribusi menufaktur dan juga kesempatan kerja. Target yang diproyeksikan adalah pertumbuhan PDB hingga 1-2% dari baseline, membuka lebih dari sekitar 10 juta lapangan kerja tambahan dan juga ada lebih dari sekitar 25% kontribusi PDB sektor manufaktur.

Salah satu prioritas pemerintah dalam Making Indonesia 4.0 adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia atau yang disingkat dengan SDM. Upaya yang akan dilakukan melalui pengembangan pendidikan vokasi bidang industri, agar kompetensi SDM meningkat dan juga berdaya saing tinggi. Berkaitan dengan ini, pemerintah seharusnya memberikan insentif pajak sampai 200 persen melalui super deductible tax kepada industri yang terlibat dalam program pendidikan vokasi, serta insentif sampai sekitar 300% pada industri yang melakukan kegiatan research and development atau RnD untuk menghasilkan inovasi. 
“Bentuk fasilitas berupa pengurangan penghasilan kena pajak sebesar 200 persen dari biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan vokasi atau link and match dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) atau politeknik,” ungkapnya seperti dikutip dari okezone com
Dengan program link and match, pemerintah juga mendorong agar industri berperan aktif melibatkan SMK. Sebagai salah satu contoh, industri dapat memberikan bantuan mesin produksi pabrik kepada SMK yang sudah bekerjasama, demi mendukung berjalannya kurikulum dual system yang mencakup 30% teori dan juga 70% praktik. Airlangga juga mengatakan, fasilitas super deductible tax bisa diperoleh perusahaan dengan melakukan kerja sama dengan SMK dalam program link and match yang digagas oleh Kemenperin.

Ada sekitar 36 kompetensi keahlian SMK yang sesuai dengan kebutuhan industri yang mendapatkan insentif super deductible tax. Sektor yang diusulkan yaitu, ada kompetensi keahlian bidang elektronika industri, bidang instalasi pemanfaatan tenaga listrik, bidang  permesinan, pengelasan, pengecoran, pemeliharaan mekanik industri, instrumentasi logam, kontrol proses, kontrol mekanik, otomatisasi industri, mekatronika, bidang kimia industri, kimia analisis, perbaikan dan perawatan audio video, perawatan dan juga perbaikan alat berat.
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Baca Juga  Liburan Natal dan Tahun Baru Tiba, Maskapai Telah Siapkan 367 Frekuensi Penerbangan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here