Program Baru dari Kementan di Kalimantan Selatan, Apa Itu ?

0
Ilustrasi via Twitter com

KabarUang.com, Jakarta – Tahun 2019 ini Kementrian Pertanian (Kementan) mulai galakkan program baru yaitu Serasi (Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani yang dilaksanakan di enam provinsi, dan diantaranya adalah Kalimantan Selatan. Program serasi ini merupakan solusi yang diarahkan langsung oleh Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman.

Beliau mengatakan bahwa lahan rawa merupakan solusi pangan nasional seperti yang dikutip dari republikaco.id. “Karena itu, kita harus garap lahan rawa, tanami padi, sayuran, itik, dan ikan untuk sejahterakan petani. Pembangunan holtikultura tidak hanya terkonsentrasi di Pulai Jawa, tetapi di luar Jawa,”ujar Mentan.

Mendukung program tersebut, aneka  cabai dan bawang merah ditingkatkan melalui program Pengembangan Kawasan Aneka Cabai dan Bawang yang dicanangkan oleh Direktorat Jenderal Holtikultura. Program ini mengharuskan daerah daerah seperti Pulau Jawa, NTB, dan Sulawesi Selatan memroduksi sendri kebutuhan cabai beserta bawangnya.

Baca Juga  2019, UMKM Diusulkan Bisa Akses Dana Bergulir Syariah Langsung , Ini Penjelasannya

Selain itu juga, Direktur Jenderal Holtikultura, Suwandi itu mengatakan bahwa pihaknya akan terus mendorong petani untuk terus produktif dalam menanam, jika perlu lakukan ekspor untuk memperluas akses pemasaran bawang merah.

Seperti yang dikutip dari republikabisnis.com Suwandi menambahkan, bawang merah varietas Tajuk dan Super Philip yang dihasilkan petani Tapin, sudah memenuhi standard ekpor meskipun diproduksi di lahan bekas rawa.

“Selain mendapatkan harga yang lebih baik, ekspor bawang merah akan memacu petani memperbaiki cara berbudidaya agar produknya bisa bersaing,”tambahnya.

Wilayah Kalimantan Selatan sendiri sudah tumbuh menjadi sentra baru sayuran. Saat ini sudah ada kelompok Tadi Ngudi Rahayu Kelurahan Syamsudin Noor yang sudah menanam sayuran di kawasan seluas 31 hektare yang terletak di Landasan Ulin, Kota Banjarbaru dan diketuai oleh Sargim.

Baca Juga  British Petroleum Bakal Saingi Pertamina

Para petani itu menanam cabai rawit merah, cabe rawit keriting, serta tomat dan kini sudah bertambah bawang merah yang ditanam secara tumpang sari. Sargim bersama kelompoknya melakukan hal yang dianjurkan oleh pertugas setempat seperti pengendalian OPT dan pengendalian secara responsif.

“Kenyataannya hasil panen cabai setengah ton per minggu dari KT Ngudi Rahayu dapat mencukupi kebutuhan masyarakat setempat bahkan sebagian dipasarkan ke Banjarmasin,”ujar Sargim.

Surono selaku anggota kelompo tani Ngudi mengatakan bahwa dirinya sudah berhasil menanam bawang merah dengan bibit varietas Super Philip sebanyak 35kg yang ditanam di lahan seluas 1000 m2.

Baca Juga  Perang Dagang Diduga Akan Menjadi Sebab Penurunan Ekonomi Indonesia

“Saya baru saja panen sebanyak 3 kuintal bulan Desember lalu. Hal ini menambah keyakinan menanam holtikultura khususnya cabai dan bawang merah cukup menguntungkan untuk menambah penghasilan,”ujarnya.

Disisi lain, para petani itu mengalami kendala seperti tingginya curah hujan serta serangan patogen penyakit. Namun, mereka juga melakukan solusi untuk menghadapi kendala tersebut seperti melakukan penanaman menggunakan metode sangkup plastik atau yang dikenal dengan rain shelter untuk tetap menanam bawang merah dimusim hujan.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here