Produksi Beras Dalam Negeri Rendah, Tercium Bau Akan Impor

0
Ilustrasi Beras via rri co id
KabarUang.com, Jakarta – Institute for Development of Economics and Finance atau yang bisa disebut dengan INDEF menyatakan meskipun impor beras merupakan hal yang tidak bisa dihindari pemerintah, namun untuk impor pada tahun 2018 kemarin, dianggapnya impor tertinggi kedua setelah tahun 2011 silam. 

Berdasarkan data yang ada pada data BPS, peneliti INDEF, yaitu Rusli Abdulah sudah menjelaskan, meskipun tren impor beras Indonesia terbilang fluktuatif, akan tetapi terlihat pula tendensi peningkatan jumlah impor pada 18 tahun terakhir ini.
“Dari situ, kita bisa lihat bahwa kecenderungan impor itu meningkat,” kata Rusli di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis 14 Februari 2019 seperti dikutip dari viva co id
Adapun sepanjang 2000-2010 impor beras yaitu seperti dikutip dari viva co id :
– Tahun 2000 sebanyak 1,35 juta ton
– Tahun 2001 sebanyak 644 ribu ton
– Tahun 2002 sebanyak 1,8 juta ton
– Tahun 2003 sebanyak 1,4 juta ton
– Tahun 2004 sebanyak 236 ribu ton
– Tahun 2005 sebanyak 189 ribu ton
– Tahun 2006 sebanyak 438 ribu ton
– Tahun 2007 sebanyak 1,4 juta ton
– Tahun 2008 sebanyak 289 ribu ton
– Tahun 2009 sebanyak 250 ribu ton
– Tahun 2010 sebanyak 687 ribu ton
Selanjutnya, pada 2011-2018 impor beras meningkat yaitu seperti dikutip dari viva co id :
– Tahun 2011 sebanyak 2,75 juta ton
– Tahun 2012 sebanyak 1,81 juta ton
– Tahun 2013 sebanyak 472 ribu ton
– Tahun 2014 sebanyak 844 ribu ton
– Tahun 2015 sebanyak 861 ribu ton
– Tahun 2016 sebanyak 1,28 juta ton
– Tahun 2017 sebanyak 305 ribu ton
– Tahun 2018 sebanyak 2,25 juta ton
“Jadi, dari data-data tersebut, impor beras pada 2018, merupakan impor yang tertinggi kedua dalam 18 tahun terakhir, di mana impor tertinggi pertama, yakni pada tahun 2011,” kata Rusli seperti dikutip dari viva co id
Tak hanya sampai di situ saja, Rusli juga menjelaskan sekali lagi bahwa apabila pemerintah sama sekali tidak melakukan upaya apapun dalam rangka meningkatkan produksi beras dalam negeri ini, maka dengan terpaksa jumlah angka-angka impor itu masih sangat berkemungkinan untuk terus meningkat dalam beberapa tahun ke depannya.
“Jadi, (impor) ini masih bisa meningkat mengingat tingkat konsumsi yang juga semakin meningkat. Untungnya, kita sudah punya data yang valid,” ujarnya seperti dikutip dari viva co id

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Baca Juga  Nilai Tukar Rupiah Berada Di 15.000 Masyarakat Sudah Terbiasa Menurut BI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here