Produk Manufaktur Jadi Fokus Pemerintah

0

Ilustrasi via Monitor Riau com
KabarUang.com, Jakarta – Produk Manufaktur saat ini jadi fokus pemerintah untuk terus ditingkatkan ekspornya. Hal ini dilakukan agar produk manufaktur semakin berkontribusi terhadap pertumbuhan dan perbaikan struktur perekonomian. Untuk itu, pemerintah melakukan strategi agar produk maufaktur memiliki daya saing tinggi.
Peningkatan ekspor manufaktur ini didukung oleh peningkatan yang sudah dicapai industri manufaktur yang menembus hingga 72,25% pada tahun 2018 lalu.
“Kontribusi ekspor produk industri manufaktur pada tahun 2018 menembus hingga 72,25% atau senilai USD 130,09 miliar, naik sebesar 3,98% dibanding tahun 2017 yang mencapai US125,10 miliar,”ujar Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartanto di Jakarta pada Rbu (13/2) dilansir dari sindonews.com.
Bersamaan dengan rencana peningkatan ekspor itu, Kemenperin sudah menyiapkan beberapa strategi yang akan dilakukan untuk meningkatkan ekspor industri manufaktur. Strategi tersebut sudah tercantum dalam peta jalan Making Indonesia 4.0.
Beberapa strategi tersebut ialah meningkatkan ketertarikan pelaku industri untuk melakukan investasi menjalankan hilirisasi sehingga dapat mensubstitusi produk impor. Selanjutnya strategi untuk melakukan perbaikan iklim usaha melalui penerapan online single susmission (OSS), memberikan fasilitas insentif perpajakan, penyederhanaan prosedur untuk mengurangi biaya ekspor, program vokasi, serta pemilihan komoditas unggulan.
“Pada tahun 2019, kami akan genjot lagi sektor industri untuk meningkatkan ekspor, terutama yang punya kapasitas lebih,”tuturnya.
Target pemerintah pada tahun 2019 pada ekspor nonmigas ialah 7,5%. Target ini dibuat berdasarkan pertumbuhan ekonomi global yang sudah naik lebih dulu sebesae 3,7%. Negara yang menjadi ekspor utamanya ialah Jepang, Amerika Serikat, dan China. Selain itu, penetrasi pasar ekspor juga dilakukan ke negara-negara nontradisional seperti Turki, Bangladesh, Selandia Baru, Kanada, dan Myanmar.
“Kami fokus memacu kerja kinerja ekspor di lima sektor industri yang mendapat prioritas pengembangan sesuai peta jalan Making Indonesia 4.0,”tambahnya.
Kelima ekspor itu ialah industri tekstil, makanan dan minuman, pakaian, elektronika, automotif, serta kimia. Kontribusi yang diberikan kelima sektor tersebut sebesar 65% terhadap nilai ekspor nasional.
Pada tahun 2019 ini juga pemerintah sedang menargetkan beberapa perjanjian dagang. Dalam waktu dekta ini, Kemenperin sedang menunggu perjanjian kerjasama ekonomi Comprehensif Economic Partnership Agreement (CEPA) dengan negara Australia.
“Kalau CEPA dengan Australia itu terbuka, maka ada 1 juta pasar yang terbuka untuk eksporautomatif kita ke sana. Sebab, kami sudah bicara dengan principal, ekspornya akan di Indonesia,”jelasnya.
Jika rencana ini terealisasi Kemenperin yakin bisa mendongkrang produksi mobil di indonesia yang mencapai 2 juta unit per tahun.
“Jadi, dalam waktu 2-3 tahun bisa dipercepat ekspornya. Dan, tentunya kita mengharapkan, industri-industri semacam ini terus kita dorong,”tutupnya.
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Baca Juga  BEM Sukseskan Program Pertanian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here