Peningkatakan Tentang Pengawasan Impor Beras, Gula, Garam Dan Juga Jagung

0
Ilustrasi OMBUDSMAN via ombudsman go id
KabarUang.com, Jakarta – Ombudsman RI saat ini tengah melakukan sebuah penyelidikan dan sedang dalam tahap pengawasan perkembangan impor pada empat komoditas pangan seperti halnya beras, kemudian gula, lalu garam dan juga jagung. Hal ini juga dilakukan guna mencegah maladministrasi.
“Untuk itu, kami (Ombudsman) mengumumkan peringatan dini (early warning) kepada pemerintah dan pihak terkat dalam tata kelola implementasi kebijakan pangan,” ujar Anggota Ombudsman RI Alamsyah Saragih seperti dikutip dari okezone com
“Untuk itu, kami (Ombudsman), mengumumkan peringatan dini (early warning), kepada pemerintah dan pihak terkait dalam tata kelola implementasi kebijakan pangan,” ujarnya di Gedung Ombudsman Jakarta, Senin (4/2/2019) seperti dikutip dari okezone com

Ia juga menjelaskan, bahwa total impor beras dalam kurun waktu empat tahun yaitu dari tahun 2015 samapai tahun 2018, ada sebanyak 4,7 juta ton, sedangkan pada kurun waktu pada tahun 2010 sampai 2014 telah mencapai 6,5 juta ton. Jika diperkirakan jumlah impor akan meningkat jika pemerintah melakukan hal yang sama kembali pada tahun ini tahun 2019. 
“Namun, dengan jumlah stok yang relatif memadai 2,1 juta ton di akhir 2018, diperkirakan pemerintah tak perlu memerlukan impor di 2019, kecuali terjadi krisis besar,” tuturnya seperti dikutip dari okezone com
Ia juga menjelaskan lagi bahwa adanya ketidakpastian karena ada data produksi akibat maladministrasi pendataan yang berpangkal pada konflik kepentingan dalam penetapan data produksi yang menyebabkan BPS harus mengumumkan bahwa adanya penghentian publikasi daya produksi ditahun 2015 lalu.  
“Perbaikan metode pendataan kemudian menghasilkan koreksi surplus produksi beras menjadi, 2,85 juta ton pada 2018,” katanya seperti dikutip dari okezone com
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Baca Juga  Produk Plastik dari Solo Tembus Standar Inggris

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here