OJK Sebutkan Tiga Tantangan Perusahaan Multifinance di Tahun 2019

0
Ilustrasi Bambang OJK Sebut Tiga Tantangan Perusahaan Multifinance via twitter com/pefindocreditbr

KabarUang.com, Jakarta – Lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan ada tiga tantangan besar yang harus dihadapi oleh perusahaan-perusahaan multifinance di tahun 2019.

Kepala Departemen Pengawasan Industri Keuangan Non Bank (IKNB) 2B Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bambang W Budiawan, mengungkapkan bahwa tantangan terbesar pertama yang harus dihadapi oleh perusahaan multifinance adalah membangung kembali kepercayaan dari sektor perbankan.

Baca Juga  Apakah BUMN Untung Atau Rugi, Ketika Era Pemerintahan Jokowi?

“Industri pembiayaan saat ini sumber pendanaanya masih bergantung pada pinjaman bank. Lesson learned beberapa peristiwa pada tahun 2017 dan 2018 seharusnya menjadi pelajaran yang berharga dan pekerjaan rumah yang cukup berat untuk membangun kembali kepercayaan pihak perbankan yang turun sangat signifikan pada tahun 2018,” ungkap Bambang, seperti dikutip dari kontan.co.id, Minggu (10/2).

Tantangan besar kedua yang harus dihadapi adalah dari sisi permodalan perusahaan. Tercatat saat ini 20 persen perusahaan pembiayaan belum memenuhi regulasi syarat minimum modal yaitu Rp 100 miliar. Syarat tersebut harus dipenuhi oleh perusahaan multifinance paling lambat akhir tahun 2019.

Baca Juga  Denda 500.000 Rubel Akibat Tak Patuhi UU Federasi Rusia

Tantangan berikutnya (ketiga) menurut OJK adalah penggunaan teknologi digital. Dengan pertumbuhan perusahaan fintech saat ini, perusahaan pembiayaan harus melakukan pembenahan dan pengembangan teknologi digital untuk memdukung proses bisnis pembiayaannya.

Teknologi digital selain membantu dalam perluasan dari sisi pemasaran, pemanfaatan teknologi ini juga memperbaiki credit scoring system, serta memberikan opsi yang banyak kepada peminjam/debitur untuk melakukan pembayaran tagihan.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here