Madura Masih Bisa Tingkatkan Pertanian

0
Ilustrasi via Locita com

KabarUang.com, Sumenep – Kementrian Pertanian (Kementan) yakinkan kota Madura bisa meningkatkan pertaniannya dengan menjadikan Kota Madura untuk meningkakan peranian di kota tersebut. Hal itu sesuai dengan kunjungan kerja yang dilakukan Amran Sulaiman pada saat ke Pamekasan pada Selasa (19/2).
Selain itu, Sekretaris Jenderal Kementrian Pertanian, Syukur Iwantoro yang menghadiri rapat koordinasi bersama Bupati Sumenep, A. Busyro Karim yang merupakan rapat lanjutan dari kunjungan Menteri Amran mengatakan bahwa dirinya yakin Kota Madura bisa dijadikan sebagai salah satu lumbung pangan di Indonesia. Hal itu dia katakan di Sumenep, pada Sabtu (23/2).
Rapat itu juga dihadiri oleh sederatan orang penting seperti Anggota Komisi IV DPR RI Yus Sudarso yang mengatakan bahwa Madura memiliki potensi besar untu mejadi lumbung pangan di Jawa Timur. Hal ini bisa dilihat dari kepemilikan Madura yang memiliki potensi komoditas jagung seluas 365 ribu ha.
“Belum lagi padi, bawang merah, juga sektor peternakan. Madura kan memiliki polasi sapi yang cukup besar,”ujar Syukur yang dilansir dari liputan6.com.
Namun, beliau mengatakan potensi yang dimiliki Madura ini belum dikembangkan secara optimal dikarenakan terdapat beberapa kendala. Kendala utamanya ialah soal perairan. Hal ini dikarenakan lahan tani di Madura merupakan lahan tadah hujan.
“Kondisinya jika hujan, lahan kebanjiran, sedangkan jika kemarau lahan kekeringan. Ada juga sungai, namun areal sekitarnya masih kekeringan,”jelasnya.
Setelah rapat koordinasi tersebut, pemerintah berusaha untuk memetakan permasalahan serta solusi untuk Madura. Pemerintah memberikan empat program besar untuk mengatasi permasalahan yang terjadi, yakni Perbaikan Infrastruktur, Moderenisasi Pertanian, Peningkatan Produksi Tanaman Pangan, Holtikultura, Perebunan dan Peternakan serta Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Kementrian memberikan bantuan berupa pembangunan embung untuk perbaikan infrastruktur terutama untuk mengatasi masalah kekeringan dan banjir.
“Dengan pengelolaan air yang baik, diharapkan petani bisa panen dua kali atau bahkan tiga kali,”ujarnya.
Bukan hanya itu, Kementan juga memberikan alat serta mesin pertanian (alsintan) untuk program moderiniasi pertanian khususnya untuk meningkatkan produktivitas dan mengatasi keterbatasan tenaga kerja.
“Kementrian Pertanian juga akan meluncurkan program petani milenial dan santri milenial untuk menarik pemuda kembali mengembangkan sektor pertanian,”jelasnya.
Untuk meningkatkan hasil panen, Kementan memberikan bantuan berupa dua unit UV Dryer yang diberikan kepada masing-maisng kabupaten.
“Alat pengering ini sangat efisien, karena tidak menggunakan bahan bakar. Kapasitasnya tiga ton dan bisa mengeringkan jagung dengan kadar air 15 persen dalam dua hari,”tambahnya.
Disisi lain, Bupati Sumenep juga mendukung program ini dengan menjadikan Sumenep sebagai daerah percontohan industri pertanian.
“Kita akan jadikan Sumenep ini industri pertanian yang lengkap di satu kawasan, tidak hanya berbicara pertaniannya, tapi pengelolahan dan pemasarannya juga,”tegasnya.
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Baca Juga  Tagihan Denda “460M” dari KLHK, Freeport Akan Melakukan Klarifikasi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here