Kementan Berani Adu Durian Lokal Bisa Bersaing di Pasar Ekspor

0
Ilustrasi via Twitter com

KabarUang.com, Jakarta – Berdasarkan data BPS yang menyebutkan bahwa sebelum nerasa perdagangan durian defisit pada tahun 2018, Indonesia sudah surplus dengan 700 ton sehingga jauh lebih banyak ekspor ketimbang impor. Hal inilah yang mendasari Kementrian Pertanian (Kementan) yakin durian lokal bisa bersaing di pasar ekspor.

Hal serupa diyakini pula oleh Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Suwandi yang yakin karena durian lokal sudah tembus ke beberapa pasar manca negara.

“Durian lokal sudah tembus ke pasar manca negara seperti Hongkong, China, Malaysia, Vietnam, Timur Tengah dan lainnya. Bahkan ekspornya semakin meningkat,”ujarnya pada sat acara panen bersama durian mania di Trawas, Mojokerto, Jawa Timur, pada Jumat (8/2).

Baca Juga  Pasokan Beras Terus Dijaga Ketat Untuk Natal dan Tahun Baru

Suwandi juga mengatakan hal lain yang membuat dirinya yakin bahwa dengan adanya Yayasan Durian Nusantara. Disini mereka bisa berkumpul dan membahas soal upaya-upaya yang bisa dilakukan untuk mengembangkan buah durian lokal yang ada di seluruh pelosok negeri. Misalnya durian jenis Bido, Matahari, D 168, Pelangi, Bawor, Madu Racun, Srombut, Petruk, Bangau, dan masih banyak lagi.

“Kami harapkan, melalui acara ini, para durian mania yang tergabung di Yayasan Durian Nusantara dapat mengelola surian lokal dengan baik sehingga berkelas dan bersaing dengan durian negara lain,”ujarnya.

Disisi lain, strategi yang telah dicoba ialah setiap daerah harus memiliki durian khas setempat yang dijadikan sebagai ikon dan harus dikelola secara profesional. Nantinya durian yang di produksi ini harus mampu dijual ke supermarket dan di ekspor.

Baca Juga  Akhir Oktober 2018, Defisit Anggaran Capai Titik Terendah Dalam 5 Tahun

“Contohnya kebun durian dikemas secara rapih dan dapat dijadikan sebagai objek dan daya tarik wisata seperti yang sukses di Warso Farm Cijeruk Bogor dan salah satu anggota Yayasan Durian Nusantara, Pak Tirto Santoso memiliki kebun durian 10 hektare di Trawas sebagai objek wisata,”jelasnya seperti dilansir dari republikaonline.com.

Beliau mengatakan pula bahwa dirinya menaruh harapan yang besar kepada para aggota Yayasan Durian Nusantara agar tempat ini bisa menjadi barometer bagi perkembangan durian nusantara.

Baca Juga  Harga Pertamax Turun Jadi Rp 9.850, Berlaku Mulai Hari Ini

Direktur Yayasan Durian Nusantara, Muhamad Reza mengatakan bahwa Indonesia memiliki potensi durian lokal yang bagus. Setidaknya ada 13 jenis durian yang dapat bersaing di pasar manca negara.

Durian yang paling favorit ialah durian Pelangi dari Manokwari, Super Tembaga dari Bangka, Srombut, Tembaga Mini dan Tigger Borneo 88 dari Kalbar, Sunrise of Jawa, DURIAN Merah dari Banyuwangi, Grundalan dan Sipakem dari Narmada, NTB, serta Matahari dari Bogor.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here