Kantongi Pajak Rp90,6 Triliun Dari Apa?

0
Ilustrasi Tax via flagtheory com
KabarUang.com, Jakarta – Kementerian Keuangan atau disingkat dengan kemenkeu melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai atau Ditjen Bea Cukai telah merilis suatu survei manfaat ekonomi yang dihasilkan dari fasilitas kepabeanan Kawasan Berikat atau KB dan juga Kemudahan Impor Tujuan Ekspor atau disingkat dengan KITE. Fasilitas ini juga di antaranya menghasilkan pendapatan negara dari pajak sebesar Rp90,6 triliun. 
Riset ini juga merupakan hasil kerja sama dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia atau yang disingkat dengan LPEI dan University Network for Indonesia Export Development (UNIED) pada manfaat insentif kepabeanan KB dan juga KITE di tahun 2017 silam. Seperti diketahui, insentif kepabeanan yang diberikan pada KB dan KITE ada sebesar Rp57,28 triliun di tahun 2017 lalu.
Survei tersebut juga dilakukan kepada sekitar 1606 perusahaan, yang terdiri  dari sekitar 1244 di KB dan juga sekitar  362 di KITE. Hasilnya, terdapat tujuh kontribusi fasilitas kepabeanan terhadap perekonomian Indonesia, salah satunya yaitu soal investasi.
“Rasio ekspor terhadap impor yang menggunakan fasilitas KB dan KITE sebesar 2,40, artinya setiap nilai USD1 bahan baku yang diimpor dengan kedua fasilitas tersebut, telah menghasilkan nilai USD2,40 produk yang telah diekspor,” ujar Direktur Jenderal Bea Cukai Kemenkeu Heru Pambudi di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Senin (18/2/2019) seperti dikutip dari okezone com
Kontribusi pertama, yaitu sepanjang tahun 2017 total nilai ekspor yang dihasilkan KB dan juga KITE ada sebanyak Rp780,8 triliun, atau juga setara dengan 34,7% nilai ekspor nasional. Kemudian menghasilkan nilai output sebesar Rp402,5 triliun yang artinya sekitar 16,56% menyumbang untuk PDB sektor industri.
Selain itu juga ada fasilitas kepabeanan ini juga mendorong investasi sebanyak Rp178,17 triliun. Di sisi lain, juga mendapatkan nilai penerimaan negara melalui pajak sebesar 90,6 triliun, terdiri dari pajak pusat yaitu sekitar  Rp85,49 triliun dan pajak daerah juga sekitar Rp5,11 triliun.
Dari sisi penyerapan tenaga kerja, fasilitas kepabeanan tersebut menyerap hampir sekitar 1,95 juta orang pekerja, di mana yang artinya sekitar 97% merupakan tenaga kerja lokal. Serta, fasilitas ini menumbuhkan 95.251 jaringan usaha langsung. Selain itu, juga menumbuhkan sekitar 268.508 usaha tidak langsung mulai dari perdagangan, akomodasi sampai transportasi.
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Baca Juga  YKLI dan Sri Mulyani Pastikan Cukai Rokok Tahun Depan Tidak Naik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here