Investor Portofolio dari Jepang Jadi Incaran BI

0
Ilustrasi via Twitter com

KabarUang.com, Tokyo – Besarnya investasi langsung dari Jepang membuat Bank Indonesia (BI) membidik peningkatan investor portofolio dari negara itu karena jumlahnya masih sedikit di Indonesia.

“Investasi portofolio dari Jepang inilah yang ingin kita tingkatkan, selama ini masih kecil,”ujar Deputi Gubernur BI Mirza Adityaswara di Tokyo, Jepang, pada Kamis malam usai bicara di hadapan sejumlah fund manager di Tokyo seperti dilansir dari antaraekonomi.com.

Beliau juga mengatakan bahwa pihaknya terus meyakini para investor Jepang untuk meningkatkan investasi di Indonesia, baik investasi secara langsung bahkan juga investasi portofolio.
Menurut Mirza, investor dari negeri Sakura itu merupakan salah satu investor terbesar di Indonesia, namun peminat investor portofolio masih sangat sedikit.

Baca Juga  Bank Mandiri Motori Kredit Sindikasi Terbesar di Pembangunan Jalan Tol Dalam Kota

“Namun, untuk investasi portofolio, investor Jepang belum terlalu besar,”tambah Mirza.

Kontribusi investor Jepang sendiri jumlahnya masih belum besar, jumlahnya hanya 40 persen total investasi dalam Surat Berharga Negara (SBN) yang diinvestasikan oleh Jepang kepada Indonesia.
Untuk itu, BI memanfaatkan pertemuan dan forum dengan fund manager ini untuk terus yakinkan investor Jepang untuk meningkatkan investasi portofolionya ke negara Indonesia. Melalui pertemuan ini juga BI berupaya untuk meningkatkan investasi langsung dari Jepang.

Baca Juga  Tanggapi Tuntutan Buruh, Kemenaker Tetapkan UMP 2019 Naik 8,03%

Bagi Jepang sendiri, negara Indonesia berada di posisi ke empat teratas sebagai negara tujuan investasi setelah China, India, dan Vietnam berdasarkan hasil survey Japan Bank for International Corporation (JBIC).

Indonesia sendiri dinilai memiliki empat indikator positif menurut negara Jepang. Seperti yang dilansir dari anataraekonomi.com keempat indikator tersebut adalah populasi yang besar, pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi di kisaran lima persen, infrastruktur, serta industrial link yang semakin baik, dan iklim investasi yang kondusif. Diluar dari keempat hal itu alasan lain Jepang berinvestasi di Indonesia karena keadaan ekonomi Jepang yang masih stagnan.

Baca Juga  Penataan Pemanfaatan Tanah di Kawasan Hutan Dipercepat Jokowi

“Meski secara size sangat besar, namun pertumbuhan ekonominya melandai,”ujarnya seraya menutup perbincangan.

Dilihat dari sektornya, Puji mengatakan hingga saat ini sektor manufaktur masih menjadi pilihan utama negara Jepang untuk berinvestasi di Indonesia.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here