Indonesia Terlalu Banyak Impor Pangan

0
Ilustrasi via Metro Bali co

KabarUang.com, Jakarta – Pasca Prabowo Subianto mengkritik kepemimpinan Jokowi karena terlalu banyak melakukan impor pada Debat Calon Presiden (Capres) Kedua, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menanggapi hal tersebut. Menteri Amran mengatakan bahwa Indonesia sudah banyak mengurangi impor pangan dan mencoba menyeimbangkan ekspornya.
Amran mengatakan bahwa pernyataan yang dilontarkan Pak Prabowo keliru, sebab pemerintah sudah melakukan banyak ekspor ketimbang impor.
“Kita sudah ekspor kok diceritakannya impor,”ujarnya di Pamekasa, Jawa Timur, pada Selasa (19/2) dilansir dari liputan6.com.
Meskipun tidak memungkiri bahwa Indonesia masih melakukan impor, namun jumlah impornya sudah jauh dikurangi. Pemerintah sudah bisa menyeimbangi antara ekspor pangan dengan impornya. Namun pada 2018 khusus untuk impor jagung ternak alokasi impornya jauh menipis.
“Ini yang masalah impor khususnya jagung, memang terjadi penurunan drastis seperti disampaikan Pak Presiden (Jokowi). Itu berkurang lebih dari 3 juta ton jadi 180 ribu impor di tahun 2018,”terangnya.
Penurunan ini dikarenakan impor jagung untuk beberapa wilayah seperti Surabaya dan sekitarnya sudah dihentikan karena menggunakan jagung lokal hasil produksi tani di Pulau Madura.
“Dulu kita impor jagung dari Argentina dan Amerika (Serikat) masuk ke Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Alhamdulillah sekarang kami berterimakasih kepada petani jagung di Madura ini, karena bisa menyuplai Jawa Timur ini, khususnya Surabaya,”tambahnya.
Selain itu, Menteri Amran menegaskan bahwa tahun 2018 ini ekspor pangan yang dilakukan pemerintah Indonesia sudah mencapai negara Filipina dan lainnya, bahkan ada target untuk meningkat di tahun ini.
“Dan kita impor jagung tidak masuk lagi, jangan cuman impor. Tahun lalu kita ekspor 380 ribu ton ke Filipina dan negara lainnya. Dakan ekspor tahun ini meningkat,”harapnya.
Sebelumnya, Enggartiasto Lukita selaku Menteri Perdagangan (Mendag) sudah membantah tudingan Prabowo Subianto terkait perubahan aturan impor kepada Pak Jokowi. Beliau mengatakan bahwa sudah ada kebijakan impor khususnya impor pangan yang sudah dibahas pada rapat koordinasi (rakor) yang dilakukan di tingkat Kementrian Koordinasi Bidang Perekonomian.
Sehingga beliau menegaskan bahwa tidak ada aturan impor yang dirubah.
“Enggak ada, bukan Permen (Peraturan Menteri). Tapi itu keputusan rakor, saya mengeluarkan berdasarkan rakor,”ungkap Menteri Perdagangan.
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Baca Juga  BTN Tampung Dana yang Berputar di Bursa Berjangka

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here