Cek Harga BBM di Pertamina, Shell dan Total pada 1 Februari

Advertisement

Cek Harga BBM di Pertamina, Shell dan Total pada 1 Februari

Jumat, 01 Februari 2019
ilustrasi via semarmotoblog com


KabarUang.com , Jakarta - Tiga badan usaha penjual Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi, yaitu PT Pertamina (Persero), PT Shell Indonesia dan PT Total Oil Indonesia tidak mengubah harga BBM pada awal Februari 2019. Setelah sebelumnya menurunkan harga BBM.

Seperti berdasarkan pantauan pada Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina 34.13102 di Matraman, Jakarta, Jumat (1/2/2019). BBM jenis ‎Pertamax Turbo dijual Rp 12 ribu per liter, Pertamax 92 Rp 10.200‎ per liter dan Pertamina Dex Rp 11.750‎ per liter.‎


Penetapan harga tersebut dilakukan sejak 5 Januari 2019, dan tidak mengalami perubahan pada awal Februari 2019. Sebelumnya Pertamax dijual Rp 10.400 per liter, Pertamax Turbo Rp 12.250 per liter dan Pertamina Dex Rp 11.850 per liter.‎


Keputusan tidak merubah harga BBM juga dilakukan Shell. Dari pantauan di SPBU kawasan Cikini, Jakarta. Perusahaan minyak asal Belanda tersebut membandrol BBM jenis ‎‎Super Rp 10.500 per liter, V-Power Rp 11.950 per liter dan ‎Diesel Rp 11.900 per liter.


Pada awal Februari 2019, perusahaan minyak asal Prancis, Total juga tidak mengubah harga jual BBM. Pantauan yang‎ dilakukan pada SPBU Total di kawasan Bambu Apus Jakarta, BBM jenis Performance 92 di jual Rp 10.500 per liter, ‎Performance 95 Rp 11.950 per liter dan Performance Diesel Rp 11.900 per liter.


Berikut Daftar Harga BBM non subsidi Pertamina, Shell dan Total per 1 Februari 2019.


Pertamina:

Pertamax Turbo Rp 12 ribu per liter

Pertamax 92 Rp 10.200‎ per liter

Pertamina Dex Rp 11.750‎ per liter‎

Total :

Performance 92 Rp 10.500 per liter

‎Performance 95 Rp 11.950 per liter 

Performance Diesel Rp 11.900 per liter

Shell

Super Rp 10.500 per liter

V-Power Rp 11.950 per liter

Diesel Rp 11.900 per liter.

PT Pertamina (Persero) juga telah menerapkan digitalisasi pada penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) ke kendaraan. Hal ini untuk memudahkan pencatatan BBM yang sudah dijual di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).


Direktur Pemasaran Pertamina‎ Mas'ud Khamid mengatakan, penerapan digitalisasi pada penyaluran BBM dilakukan tahun ini, dengan mengandeng PT Telko Indonesia sebagai pemasok jaringan internet.