IKM Harus Berkembang Kata Kemenperin

0
Ilustrasi via Rumah UKM com

KataUang.com, Jakarta – Demi berkembangnya Industri Kecil dan Menengah (IKM), Kemenperin alokasikan dana sebesar Rp 540 miliar. Hal ini dilakukan Kemenperin agar IKM berkembang semakin baik dalam menyongsong era industri 4.0.
Dana yang dialokasikan ini dibagikan kepada 109 kabupaten atau kota selama 2019. Tujuan dibagikannya alokasi dana ini diantaranya untuk merevitalisasi sentra IKM serta pembangunan infrastruktur penunjang IKM sesuai dengan implementasi industri 4.0, dan dalam upaya penumbuhan wirausaha industri baru.
“Jadi selain mengandalkan dana dekonsentrasi, pemerintah daerah juga diarahkan untuk mulai menggunakan DAK,”ujar Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemeperin Gati Wibawaningsih dilansir dari antaranews.com.
Program DAK Fisik Revitalisasi Sentra IKM ini sudah berjalan mulai dari 2016 lalu dengan dana yang dikucurkan saat itu sebesar Rp 166,3 miliar yang dialokasikan untuk 149 Kabupaten / Kota. Sedangkan pada tahun 2017 dana yang digelontorkan sebesar Rp 161,5 miliar untuk 113 Kabupaten / Kota. Terakhir pada tahun 2018 pemerintah menyediakan dana sebesar Rp Rp 173,7 untuk 73 Kabupaten / Kota. Kenaikan dana alokasi ini dilakukan demi meningkatkan daya saing IKM nasional agar lebih kompetitif di pasar domestik maupun global.
“Untuk itu Kemenperin berkomitmen terus mengembangkan sektor IKM di setiap daerah. Agar semua IKM yang ada di seluruh Indonesia bis aberkembang dengan baik, terutama dalam menghadapi era industri 4.0,”tambahnya di Jakarta, Rabu (27/2).
Hal yang dilakukan pemerintah ini sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2018 Tentang Petunjuk Teknis DAK Fisik yang berisi soal pemerintah daerah dapat mengusulkan kegiatan yang berfokus pada sentra yang sudah ada atau eksis, namun masih memerlukan peningkatan sarana dan prasarana.
“Proses DAK mulai dari usulan sampai ketetapan penerima, menggunakan sistem terpusat di Bappenas. Selanjutnya dilakukan koordinasi teknis dan substansi dengan Direktorat Jenderal IKMA serta penganggaran sampai pada penetapan di Kementrian Keuangan,”ujarnya.
Kemenperin Gati juga mengatakan dalam pengembangan IKM ini pemerintah kerap mendapatkan masalah seperti akses pembiayaan, kompetensi sumber daya manusia (sdm), dan ketersediaan bahan baku.
“Oleh karena itu, Kemenperin sudah menggagas program vokasi untuk menyiapkan SDM yang lebih berkompeten dalam mengakses teknologi,”jelasnya.
Selain itu juga, pihaknya sudah memfasilitasi lebih banyak program kredit usaha rakyat (KUR).
“Kami juga melakukan edukasi teknologi pembayaran, seiring dengan semakin banyaknya platfrom pembiayaan non-tunai atau digitalisasi pembayaran,”tutupnya.
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Baca Juga  Kata BI Suku Bunga Acuan Hampir Berada Di Puncak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here