Hemat Devisa Triliunan Dari Kendaraan Listrik

0
Ilustrasi Kendaraan Listrik via kemudiku com
KabarUang.com, Jakarta – Sesuai dengan Kebijakan Energi Nasional atau KEN, Indonesia berupaya mengalihkan konsumsi energi yang sebelumnya berbasis pada energi fosil minyak, gas, dan batubara, menjadi struktur bauran energi berbasis energi baru dan terbarukan atau yang dapat disebut dengan  EBT.
Sesuai dengan roadmap atau peta jalan, untuk para industri automotif nasional dan misi mengembangkan industri automotif yang handal dan juga kompetitif serta berkelanjutan, sejak tahun 2013 sampai tahun 2022 Indonesia sudah mencanangkan pengembangan produksi kendaraan roda dua berbasis LCEV atau yang disebut dengan low carbon emission vehicle atau kendaraan rendah emisi.
“Targetnya tahun 2025, populasi mobil listrik diperkirakan tembus 20% atau sekitar 400.000 unit dari 2 juta mobil yang diproduksi di dalam negeri,” ungkap Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Harjanto dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (19/2/2019) seperti dikutip dari okezone com

Di samping itu, pada tahun 2025 nanti, juga telah dibidik sekitar 2 juta unit untuk populasi motor listrik. 
“Jadi, langkah strategis sudah disiapkan secara bertahap, sehingga kita bisa menuju produksi mobil atau sepeda motor listrik yang berdaya saing di pasar domestik maupun ekspor,” tuturnya seperti dikutip dari okezone com
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto juga menjelaskan sekali lagi perihal pengembangan kendaraan listrik sebagai komitmen pemerintah dalam upaya menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (CO2) sekitar 29 persen di tahun 2030 nantinya sekaligus menjaga ketahanan energi, khususnya di sektor transportasi darat. 
“Jadi, tren global untuk kendaraan masa depan adalah yang hemat energi dan ramah lingkungan,” tuturnya seperti dikutip dari okezone com
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Baca Juga  Dari Lelang 7 Seri Surat Utang Negara, Pemerintah Serap Rp15,7 Triliun

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here