CIMB Niaga Targetkan Transaksi KPR Capai Rp 700 Miliar di Gelaran Xtra Xpo

0
ilustrasi eksbis sindonews com


KabarUang.com , Jakarta – Di tahun ketiga digelar, CIMB Niaga Xtra Xpo masih tetap diserbu para nasabah. Bahkan, Direktur Utama PT Bank CIMB Niaga Tbk Tigor M. Siahaan mengklaim pada gelaran tahun ini para nasabah lebih antusias dalam menukarkan poin ekstra.
“Ini tahun ketiga, dan benar antusiasnya lebih membludak, ramai, bahkan sampai ada yang datang dari kemarin atau subuh tadi,” ujar Tigor.
Bukan tanpa alasan, Tigor memprediksi nasabah lebih membanjiri pameran kali ini lantaran banyaknya program penukaran poin ektra dengan berbagai program yang lebih mahal. Seperti menukar poin dengan uang muka pembelian rumah, secara KPR.
“Ada juga pembelian mobil, gadget dan juga tiket perjalanan liburan ke luar negeri,” kata Tigor.
Ternyata, CIMB Niagamelipat gandakan nilai poin selama acara berlangsung. Biasanya Rp 10 per poin selama akhir pekan ini naik menjadi 50 kali lipat atau Rp 500 per poin.
Sehingga, bila nasabah bank memiliki poin senilai 70.000 atau senilai Rp 35 juta, sudah bisa membayar uang muka rumah dengan pembayaran kedepannya secara KPR. Atau dengan poin 50.000 atau setara Rp 25 juta, untuk pembayaran uang muka mobil.
Sisanya, poin senilai 24.000 atau Rp 12 juta, untuk membeli gadget baru.
“Jadi penawaran kita disesuaikan dengan perolehan poin yang dimiliki, termasuk penukaran poin untuk ongkos perjalanan liburan ke luar negeri,” kata Tigor.
Namun, untuk transaksi code QR saja yang bisa melayani semua transaksi di pameran atau diluar penukaran poin, Tigor memprediksi pencapaian di angka Rp 50 miliar.
Sementara, menurut Budiman Tanjung selaku Head of Reatail Product CIMB Niaga, pihaknya menyediakan sekitar 1.700 gelang perhari untuk menukar poin tersebut. Dari ribuan ketersediaan gelang perharinya, peminat tiket perjalanan liburan yang paling banyak diminati.
“Dari 1.700 itu sekitar 3/4 nya didominasi oleh travel, itu tahun kemarin. Prediksi yang sama kami perkirakan di tahun ini,” katanya.
Dengan target pendapatan sekitar Rp 50 miliar, lalu disusul pengajuan KPR. Bila tahun lalu senilai Rp 500 miliar, tahun ini diprediksi naik sekitar 30 sampai 40 persen atau mencapai Rp 700 miliar. 
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Baca Juga  Prediksi Produksi Garam Rakyat 2019 Mencapai 2,33 Juta Ton

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here