Bulog Diminta Berhati-hati Saat Ekspor Beras

Advertisement

Bulog Diminta Berhati-hati Saat Ekspor Beras

Senin, 04 Februari 2019



Ilustrasi kebijakan ekspor beras Bulog via primaradio co.id
KabarUang.com, Jakarta – Ombudsman RI meminta bulog berhati-hati dalam mengambil kebijakan ekspor beras meski stok beras mencapai 2,1 juta ton.

"Hati-hati meski stok cukup tapi 2019 kemungkinan beras bulog untuk rastra berkurang, karena pemerintah terapkan 80 persen (untuk bantuan pangan non-tunai atau BPNT),” kata komisioner Ombudsman RI, Ahmad Alamsyah Saragih saat konferensi pers di Jakarta, Senin (4/2/2019).

Kualitas beras juga perlu mendapat perhatian khusus oleh pemerintah.

“Jika stok tidak berkualitas nanti tak bisa operasi pasar agar harga turun. Jadi hati-hati betul jangan sampai beras kualitas bagus diekspor, di pasar kualitas tidak bisa pertahankan harga,” ujarnya.

Terkait hal itu, Ombudsman RI meminta sebaiknya pemerintah membentuk krangka kebijakan sisa cadangan untuk perbaikan manajemen stok sebelum memutuskan mengambil langkah ekspor beras.

“Pemerintah tak perlu memerlukan impor beras di tahun 2019, kecuali terjadi krisis besar,” tutur Alamsyah.