Bukti Suksesnya Dana Desa Kembangkan Pedesaan

0
Ilustrasi via Twitter com

KabarUang.com, Jakarta – Dana Desa yang disalurkan pemerintah sudah berhasil meningkatkan kegiatan Posyandu. Sebanyak 9.692 unit Polindes dan 28.820 unit Posyandu sudah dibangun di pedesaan. Hal ini diungkapkan oleh Kemtrian Desa, Pembangunan Derah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes).

Dengan dibangunnya Posyandu di pedesaan ini dikabarkan efektif dalam memperbaiki kejadian gizi buruk yang dialami warga desa. Kabarnya saat ini kejadian gizi buruk sudah berkurang sebanyak 29 persen. Pelayanan posyandu pun terus ditingkatkan. Hal ini seperti yang disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Anwar Sanusi pada saat pers di Jakarta pada hari Selasa (5/2).

Baca Juga  Terjadi Penurunan Produksi Pada Freeport

Selan itu, beliau mengatakan realisasi dari dana desa itu ialah terbangunnya jalanan desa sepanjang 191.600 kilometer. Jalanan ini mempermudah akses perjalanan masyarakat desa yang berpegaruh juga terhadap aktivis ekonomi pedesaan.

Tak sampai disitu, dana desa juga digunakan untuk membangun sebanyak 8.983 unit pasar desa. Hal inilah yang menjadikan infrastruktur ekonomi pedesaan meningkat.

Anwar sendiri menyatakan bahwa dana desa yang dislaurkan pemerintah selama empat tahun terakhir sebesar Rp 187 triliun, yaitu Rp 20,6 triliun disalurkan pada tahun 2015, sebanyak Rp 46,98 triliun pada tahun 2016, pada tahun 2017 dan 2018 sebanyak Rp 60 triliun, dan tahun ini lebih besar Rp 10 triliun menjadi Rp 70 triliun yang apabila di totalkan sebanyak Rp 257 triliun selama lim atahun berjalan.

Baca Juga  Ada Pungli Jenazah Korban Tsunami Gubernur Banten Beri Tanggapan

Komitmen pemerintah sangat tegas untuk mengembangkan pedesaan sehingga tidak ada pengurangan dana yang disalurkan setiap tahunnya.

“Bahwa dana desa menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,”ujarnya.

Dana desa ini difokuskan untuk pembangunan infrastruktur serta pelayanan sosial dasar. Hal ini mengacu pada minimnya ketersediaan infratruktur serta pelayanan sosial yang ada di desa seperti jalan, jembatan, Polindes, Posyandu, serta sarana air bersih.

“Tahun 2017 kita mulai perkenalkan dengan Prukades (Produk Unggulan Kawasan Pedesaan). Desa kita karakternya sangat beragam. Kita dorong desa menemukan keunggulannya. Kemudian kita dorong Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Dengan BUMDes kita bangun desa mampu membangun secara berkelanjutan secara mandiri, tanpa bergantung pada bantuan eksternal,”tambahnya.

Baca Juga  Arcandra Pesan Medco Tingkatkan Eksplorasi Lagi

Pada tahun 2018 sendiri dana desa digunakan sebagai moentum untuk mendorong padat karya tunai. Maksudnya adalah sebagai ajang menciptakan lapangan kerja, serta mindset (pola pikir) tangan di bawah menjadi tangan di atas.

“Maksudnya mengurangi dari bantuan tunai, jadi masyarakat bekerja,”jelasnya.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here