BPJT Akan Sesuaikan Tarif 15 Ruas Tol pada 2019, Sementara Usulan Tol Gratis Sulit Diterapkan

0
ilustrasi via ekbis sindonews com


KabarUang.com , Jakarta – Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan, pengenaan tarif pada ruas tol berguna untuk keberlangsungan bisnis Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).
Anggota BPJT Koentjahjo Pamboedi mengatakan, kemungkinan pemerintah meniadakan ongkos tol itu sulit oleh sebab biaya operasional jalan bebas hambatan yang tinggi.
“Kalau negara maju itu karena cadangan pemerintah banyak, terus digratiskan. Pajak kendaraan bermotornya juga dinaikan tinggi,” ungkap dia di Jakarta.
Saat ditanyai apakah memungkinkan bila ruas tol yang masa konsesinya habis digratiskan, ia menyanggahnya. Pemerintah disebutkannya akan melelang kepemilikan jalan tol agar ada BUJT yang bisa memelihara jalan tol tersebut.
Dia melanjutkan, BUJT tentunya membutuhkan biaya tersendiri untuk dapat memelihara ruas tol yang ditanganinya. Oleh sebabnya, ia menilai, terbilang tak mungkin untuk meniadakan tarif tol.
“Kayak sekarang Tol Jagorawi ini Rp 120 per km. Itu hanya cukup untuk pemeliharaannya saja. Kalau itu digratiskan, biayanya tinggi,” sebutnya.
“Kalau sampai tol gratis, angkot bisa masuk, motor masuk, terus ada perbaikan lubang segala macam, enggak kuat BUJT biayanya,” dia menambahkan.
Adapun sebelumnya, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Pasangan Calon nomor urut 02 Prabowo-Sandi, Suhendra Ratu Prawiranegara, sempat menyinggung bahwa ruas tol yang telah habis masa konsesinya bisa digratiskan.
“Semestinya BUJT, pengelola jalan tol dan pemerintah menggratiskan ruas-ruas tol yang masa konsesinya sudah berakhir. Bukan malah justru tetap dikenakan biaya yang membebani masyarakat pengguna jalan,” ujar dia.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga akan melakukan penyesuaian tarif pada 15 ruas tol pada 2019 ini.
Bentuk kebijakan ini dibuat dengan mengacu kepada Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004, dimana evaluasi dan penyelarasan tarif tol dilakukan tiap dua tahun sekali berdasarkan pengaruh laju inflasi.
Mulanya, BPJT sempat menyatakan bakal ada 18 ruas tol yang tarifnya kemungkinan dinaikan atau dikecilkan. Tapi rumusan akhir menetapkan hanya 15 tol saja yang akan dilakukan penyesuaian tarif pada tahun ini.
“Jadinya 15 ruas tol, dikurangi tiga, yaitu Semarang Seksi ABC, Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (Jakarta Outer Ring Road/JORR) dan Pondok Aren-Bintaro Viaduct-Ulujami,” ungkap Anggot BPJT Koentjahjo Pamboedi di Jakarta.
Koentjahjo mengatakan, ketiga tol tersebut tak jadi ada perubahan tarif lantaran ketiga ruas tersebut baru saja terintegrasi. “Semarang ABC, JORR dan Pondok Aren-Ulujami baru terintegrasi,” sambungnya.
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Baca Juga  Kegiatan Ekonomi Meningkat, Bantu Perbaiki Capaian Penerimaan Pajak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here