Beredar Pernyataan Bahwa Sekarang Dolar Capai Angka Rp13.978

0
Ilustrasi Dolar via market bisnis com
KabarUang.com, Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kini semakin mantap menaruh dirinya diposisi kisaran Rp13.900. Berdasarkan pada kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor Indonesia, rupiah pada hari  Jumat yiatu tanggal 1 Februari tahun 2019 diperdagangkan berada dikisaran Rp13.978 per dolar ASnya, dinyatakan menguat apabila dibandingkan dengan posisi kemarin, yang berada di angka Rp14.072.

Darmin Nasution selaku Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, menjelaskan meski telah mampu bergerak ke arah angka Rp13.900, akan tetapi posisi tersebut belum strategis atau belum proporsional bagi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Karena sebabnya masih kemurahan dibanding fundamental ekonomi Indonesia yang sangat baik pada saat ini.

Baca Juga  IHSG Terus Menguat Dekati Level 6.500

“Masih (undervalued), belum fundamentalnya. Masih ada ruang ya, jangan lupa dulu sebelum gejolak terjadi itu di awal tahun lalu yang bulan apa itu. Itu waktu itu kurs hanya Rp13.380-an lupa saya angkanya,” kata dia saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat 1 Februari 2019 seperti dikutip dari viva co id

Mantan Gubernur Bank Indonesia itu juga menegaskan bahwa rupiah masih akan bisa mengarah ke posisi tersebut atau bahkan lebih kuat lagi dari posisi saat ini yang berada di kisaran Rp13.900. Akan tetapi semua tergantung kondisi perekonomian global maupun domestik, apakah masih mampu secara signifikan mendorong laju penguatan rupiah atau tidak.
“Tapi itu tergantung ekonomi dunia apa yang terjadi, ekonomi kita apa yang terjadi jadi, jangan dianggap itu otomatis tapi nilai fundamentalnya masih harusnya rupiah lebih kuat dari yang sekarang,” tegasnya seperti dikutip dari viva co id
Jika dirujuk dari perkembangan kondisi ekonomi pada saat ini, salah satunya contoh dari angka inflasi di Januari tahun 2019 yang hanya 0,32 persen, atau terendah sejak tiga tahun terakhir ini. Yang menunjukkan bahwa kondisi ekonomi Indonesia memang dikatakan cukup stabil dan kuat, meskipun harga pangan dan yang lainnya dinilai cukup bergejolak pada bulan ini, seperti harga jagung dan juga tiket pesawat.
“Tapi ya itu konsisten empat tahun berturut-turut, dia ada di dalam range 3,5 persen plus minus satu persen. Dan itu walaupun gejolak harga terjadi tahun lalu, tetapi ya inflasi kita oke,” ungkap Darmin seperti dikutip dari viva co id
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here