Berapa Laba Toyota di Pasar China ?

0
Ilustrasi via Twitter com

KabarUang.com, Jakarta – Banyaknya permintaan mobil model bread-and-butter dari pembeli China mampu menutupi penjualan di Amerika Utara yang sedang rendah. Kondisi ini mmebuat laba Toyota Motor Corp naik tipis.

Berikut rinciannya menurut Refinitiv, Toyota mencatatkan laba operasional yang diraihnya sebesar 676,1 miliar yen pada kuartal III/2018. Hasil ini tumbuh tipis 0,4% secara tahunan, meskipun hasilnya masih dibawah estimasi rata-rata sekitar 68,08 miliar yen.

Namun, disisi lain saham perusahaan mengalami penurunan dikarenakan pemangkasan prospek pendapatan bersih tahunan. Perusahaan itu memangkas prediksi laba bersih setahun penuh sekitar 19% yang mnjadi 1,87 triliun yen.

Baca Juga  Akhirnya Menkop lepas Ekspor Kopi ke California untuk Pertama Kali

Toyota yang tergabung sebagai pemegang saham engendali di Sabaru Corp dan Akebono Brake Industry mencatatkan penurunan saham ini masing-masing sebesar 30% dan 40%. Namun penurunan saham itu sendiri tidak dirinci secara rinci.

Proyeksi laba operasional produsen mobil terbesar di Jepang itu tetap dipertahankan selama 2018 sebesar 2,4 triliun yen atau sebesar US$22 miliar. Di kawasan Asia sendiri, Toyota berhasil menjual sebanyak 464.000 unit pada kuartal III/2018 yang tumbuh 15% dalam setahun. Pada tahun yang sama permintaan mobil murah sejenis Corolla dan Levin banyak diminati hingga akhir 2018.

Baca Juga  KPK Menyatakan Kepatuhan Pajak Sumber Daya Alam Sangat Rendah

“Ketika satu daerah berkinerja buruk, daerah lain dapat mengimbangi kelemahan itu. Demikian juga, ketika beberapa model kendaraan berkinerja buruk, model-model lain dapat mengimbangi,”ujar Wakil Presiden Eksekutif Shigenki Tomoyama seperti yang dilansir dari bisnis.com pada Rabu (6/2).

Selain itu pula, permintaan China dengan mobil sekelas Lexus sangat membantu perusahaan Toyota dalam melawan perlambatan ekonomi di pasar mobil terbesar dunia itu.

Penjualan Toyota secara global menjadi 2,71 atau naik 2,8% dengan hasil dari Asia menebus kekurangan penjualan di Amerika Utara, yang mana penjualannya turun menjadi 680.000 unit. Di hari yang sama saham Toyota mengalami penurunan sebesar 1,5% namun akhirnya kembali pulin dengan turun 0,7%.

Baca Juga  Tahun Ini Industri Keramik Diprediksi Naik dan Tumbuh 8 %

Pertumbuhan yang terjadi di China, Toyota menjual sebanyak 1,47 juta unit kendaraan, atau tumbuh sebanyak 14% pada tahun 2018. Sedangkan pada tahun 2019 sendiri Toyota menargetkan penjualan kendaraannya tumbuh hingga 1,6 juta unit meskipun tahun ini merupakan tahun yang sulit di China.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here