Beberapa Fakta Mengenai Unicorn

0
Ilustrasi Unicorn Indonesia via kitabisa com
KabarUang.com, Jakarta – Istilah Unicorn ramai sekali diperbincangkan di Media Sosial atau bahasa milenial itu Medsos, kabar itu beredar setelah debat kandidat Capres kedua pada tanggal 17 Februari. Isu itu juga semakin banyak dibicarakan setelah pertanyaan dari Bapak Jokowi yang membuat calon presiden nomor urut 02 yaitu Bapak Prabowo Subianto sepertinya tidak paham. Beliau hanya menanyakan  ‘apa maksud dari unicorn?’ kepada Capres kedua itu.
Unicorn juga merupakan perusahaan startup yang memiliki valuasi minimal sekitar USD1 miliar atau setara dengan Rp14 triliun. Istilah ini juga pertama kali dipopulerkan oleh seorang investor ventura, Aileen Lee pada tahun 2013 lalu. 
Seperti dikutip dari okezone com, pada saat itu, kata dia, hanya ada sekitar 0,07% startup yang bisa menembus valuasi sekitar USD1 miliar, sehingga dapat dikatakan sangat sulit sekali menemukannya seperti layaknya mencari unicorn, yaitu hewan kuda putih bertanduk yang dianggap sebagai mitos. Lima tahun kemudian, ternyata banyak startup yang menjelma menjadi unicorn. Bahkan, sepertinya startup serupa Facebook sudah berbeda kasta dengan gelar hectacorn karena valuasinya sudah di atas USD100 miliar, tepatnya saat ini sudah sekitar USD416 miliar. 
Di Indonesia sendiri sejauh ini sudah ada sekitar empat startup Indonesia yang sudah menyandang status unicorn, perusahaan itu adalah Go-Jek, Tokopedia, Traveloka, dan juga Bukalapak. Bahkan, angka tersebut bisa saja bertambah menjadi lima jika Grab sudah memutuskan untuk membuka kantor pusatnya di Indonesia. 
Menjamurnya startup di Indonesia dinilai dapat membawa dampak positif bagi perekonomian. Apalagi, bila startup berkembang pesat dan juga dapat menjadi unicorn. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau PPN, yaitu Bambang PS Brodjonegoro juga telah mengatakan, keberadaan unicorn semakin penting dalam perihal perekonomian. Bahkan, dengan kehadiran mereka selama ini mampu menarik aliran modal asing ke dalam Indonesia.
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Baca Juga  Produksi Jagung Petani Gorontalo Capai 1,7 Juta Ton di Tahun 2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here