Banyak yang Menunggak Pajak Mobil Mewah, Berapa Pajaknya?

0
Ilustrasi via Twitter com

KabarUang.com, Jakarta – Mahalnya pajak mobil mewah menyebabkan banyak yang menunggak pajak. Hal ini menurut Samsat Jakarta Barat yang mengatakan bahwa setidaknya ada 24 mobil mewah yang menunggak pajak.

Bagi para pengguna mobil mewah sendiri, membayar pajak mobil mewah sudah menjadi kewajiban. Pajak mobil mewah ini harus dibayarkan pada saat membeli mobil mewah hingga membayar pajak rutin per tahun.

Mahalnya pajak mobil mewah ini dikarenakan para pembeli mobil mewah akan dikenakan 3 kali tarif pajak pada saat pembelian. Diantaranya ialah pajak penjualan atas Barang Mewah (PPnBM)  pajak penghasilan untuk penjual serta biaya bea masuk barang impor.

Baca Juga  Pasca Penyesuaian Harga Tiket, Garuda Kebingungan Ternyata Penumpangnya Menurun

Rinciannya bisa dilihat sebagai berikut, pajak untuk supercar dikenakan tarif PPnBM sebesar 125% yang setelah itu jumlahnya diakumulasikan dengan tarif bea masuk sebesar 50%, tak hanya sampai disitu pajak tersebut juga harus ditambah dengan tarif penghasilan dengan aturan PPh 22 untuk barang mewah impor sebesar 10%. Bisa dirinci totalnya sebesar 185% apabila anda membeli mobil mewah.

Namun, hasil 185% itu belum dijumlahkan dengan pajak yang harus dibayar per tahunnya. Tarif Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sendiri sesuai yang tertuang dalam Perda DKI Nomor 2 Tahun 2015 tentang perubahan atas peraturan daerah nomor 8 tahun 2010 tentang pajak kendaraan bermotor bahwa tarif pajak disesuaikan dengan kepemilikan.

Baca Juga  Adakan Penyelidikan Untuk Penunggak Pajak Kendaraan

Kepemilikan pertama dikenakan pajak sebesar 2%, kepemilikan yang kedua dikenakan pajak sebesar 2,5 persen, kepemikilan yang ketiga naik 0,5% menjadi 3%, selanjutnya kepemilikan keempat sebesar 3,5% dan kepemilikan kelima sebesar 4%. Lalu kepemilikan keenam sebesar 4,5%, kepemilikan ketujuh 5%, kepemilikan kedelapan sebesar 5,5%, kepemilikan kesembilan 6%, kepemilikan kesepuluh sebesar 6,5%. Selanjutnya kepemilkan ketujuh belas dan seterusnya mengalami perbedaan, karena tidak ditambah 0,5% namun ditetapkan sebesae 10%.

Baca Juga  Alex Noerdin Ungkap Strategi Tekan Subsidi, LRT Merugi.

Lalu seperti yang dilansir dari detikfinance.com bahwa pajak kendaraan bermotor yang akan dibayar oleh pemilik juga dihitung berdasarkan koefisien bobot. Maksudnya ialah nilai jual kendaraan dikalikan dengan bobot lalu dikalikan dengan tarif pajak yang hasilnya harus dibayar setiap tahun.
Rincian koefisian bobot kendaraan motor tersebut mislanya sebagai berikut Sepat Motor-1, untuk Sedang -1,025, Jeep -1,050, Bus-1,1, Light Truck-1,3 dan Truck-1,3.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here