Arabika dikembangkan oleh Petani Solok Selatan bersama dengan Kementan

0
Ilustrasi via Twitter com

KabarUang.com, Padang – Kopi unggulan Arabika dikembangkan oleh petani yang ada di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat yang dibantu oleh Kementrian Pertanian (Kementan). Kopi Arabika ini dikembangkan dilahan seluas 100 hektare atau senilai dengan Rp 539 juta.

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Solok Selatan, Wandra mengatakan bahwa seluruh petani berusaha keras untuk mengembangkan Arabika yang dapat bantuan dari Kementan.

“Kami bertekad kawasan yang memiliki ketinggian di 1.000 meter di atas permukaan laut akan di tanami kopi jenis Arabika dan tahun ini ada bantuan 100 hektare dari Kementrian Pertanian,”ujarnya di Padang Aro pada Senin (4/2) seperti dilansir dari rebuplikaonline.com.

Baca Juga  Januari 2019 Pelabuhan Kuala Tanjung Ditargetkan Bisa Mulai Beroperasi

Beliau mengatakan bahwa bantuan yang diberikan untuk pengembangan kopi itu diberikan kepada sembilan kelompok tani di tiga Kecamatan. Kecamatan Sangkir mendapatkan 44 hektare tani, Pauah Duo seluas 20 hektare dan Koto Parik Gading Diateh sebesar 26 hektare. Bantuan yang diberikan juga bukan hanya bibit, tetapi sekaligus pupuk organik sebanyak 47,5 ton dan pohon pelindung sebanyak 20 ribu batang.

Kopi Arabika yang ditanam akan tumbuh setelah dua tahun penanaman. Untuk pemasarannya sendiri, setiap petani di daerahnya sudah memiliki langganan sendiri-sendiri. Pemasaran kopi Arabika juga dilakukan hingga ke Jakarta.

Baca Juga  Donald Trump Berencana Akan Pecat Gubernur Bank Sentral AS

Harga dari kopi Arabika ini dinilai sangat menjanjikan, harganya bisa mencapai Rp 250 ribu per kilogram untuk jenis Arabika Single Origin ground atau bubuk. Sedangkan Arabika Single Origin Roasted dijual dengan harga Rp 230 ribu per kilogram.

“Dengan harga jual yang tinggi diharapkan minat masyarakat untuk membudidayakan kopi bisa meningkat,”ungkapnya.

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Solok Selatan itu berharap masyarakat mau menerima bantuan dan betul-betul memanfaatkannya dengan baik. Arabika yang diberikan harus dirawat hingga bisa menghasilkan. Beliau berpesen jangan sampai bantuan yang diberikan ini menjadi mubadzir sehingga tidak ada nilainya, padahal nilai ekonomi dari kopi Arabika itu sendiri sangat bagus.

Baca Juga  BCA Catatkan Laba Bersih Tumbuh 10,9 Persen Jadi Rp 25,9 Triliun pada 2018

Sepanjang 2018 produk kopi Solok Selatan sudah terjual sebanyak 2.483,3 ton dengan 338,3 ton Arabika sedangkan Robusta 2.144,9 ton dalam bentuk kopi beras. Untuk lahan kopinya sendiri, Arabika seluas 478 hektare sedangkan Robusta seluas 3.293 hektare.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here