Melanjutkan Program Jembatan Udara Sebagai Program Prioritas 2019

Advertisement

Melanjutkan Program Jembatan Udara Sebagai Program Prioritas 2019

Senin, 04 Februari 2019
Ilustrasi Bandara via angkasapura2 co  id
KabarUang.com, Jakarta - Kementerian Perhubungan atau Kemenhub mengatakan bahwa akan melanjutkan lagi suatu program jembatan udara sebagai program yang jadi prioritas di tahun 2019. Program ini dijalankan lagi berdasarkan koordinator wilayah (korwil). Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Polana B Pramesti mengatakan juga bahwa terdapat lima korwil yang meliputi wilayah Papua, Sulawesi Selatan, serta juga wilayah Kalimantan.

“Kalau tahun lalu ada lima korwil, tahun ini kita tambah satu korwil, yakni Korwil Tanah Merah. Lima korwil lainnya Korwil Timika, Wamena, Dekai, Masamba, serta Tarakan,” ujar Polana di Jakarta seperti dikutip dari okezone com

Polana juga sangat optimistis bahwa program ini bisa kembali berjalan dengan sukses sehingga mampu membantu menurunkan disparitas harga dan memberikan dampak positif terhadap turunnya harga lima bahan pokok. 

“Program yang dilaksanakan sejak 2017 ini mampu menurunkan di sparitas harga di daerah. Bahkan memberi dampak signifikan pada turunnya lima harga bahan pokok dengan persentase 57,21%,” ujarnya seperti dikutip dari okezone com

Pihaknya juga berjanji akan selalu memperluas cakupan wilayah ke daerah-daerah terpencil dan juga tertinggal atau daerah yang belum terlayani moda transportasi lainnya. 

“Kita akan fokus menjangkau wilayah tertinggal dan terluar. Selama moda transportasinya bisa terintegrasi tentu akan lebih baik,” katanya seperti dikutip dari okezone com

Pengamat transportasi dari Universitas Soegijapranata Semarang, yaitu Djoko Setijowarno mengatakan bahwa program jembatan udara harus dipertegas dengan memadukan integrasi moda di daerah. Menurut dia juga pada program ini akan mubazir jika pemanfaatannya salah sasaran dan melenceng dari target. 

“Makanya, jangan sampai salah sasaran, tujuannya untuk disparitas, tapi pemanfaatannya untuk kepentingan lain. Makanya, dibutuhkan juga pengawasan. Terutama keterkaitan dengan moda lain,” ujar nya seperti dikutip dari okezone com

“Ini pengawasannya harus ketat, jangan melibatkan pemerintah daerah setempat saja. Yang paling perlu adalah masyarakatnya,” kata dia seperti dikutip dari okezone com

Kemenhub juga berjanji pihaknya akan terus meningkatkan kapasitas landasan udara sebanyak sembilan serta mengembangkan terminal di sebanyak 29 lokasi. Termasuk melanjutkan pembangunan lima bandara baru, yaitu di Bandara Siau, Bandara Tambelan, Bandara Muara Teweh, Bandara Buntu Kunik, dan juga di Bandara Pantar.