25 Sumur Minyak Ilegal Di Tutup Pertamina

0
Ilustrasi Sumur Minyak via id wikipedia org
KabarUang.com, Jakarta – Adanya sumur minyak ilegal yang terbakar pada beberapa waktu lalu di Kabupaten Batanghari, Jambi mengindikasikan bahwa betapa maraknya pemboran sumur tanpa izin atau bisa disebut dengan illegal drilling oleh masyarakat yang terjadi di wilayah tersebut.

Maka dari itu untuk menindak lanjuti hal tersebut, PT Pertamina EP dan juga kepolisian langsung melakukan penutupan pada sebanyak 25 titik sumur minyak yang dikelola oleh oknum-oknum masyarakat tanpa izin, yang berada di area Taman Hutan Raya atau Tahura, Sultan Thaha Syaifudin.

Baca Juga  Bulan Februari Terjadi Deflasi 0,07 Persen Pada BI

Penutupan sumur itu dilakukan melalui mekanisme penyemenan secara permanen, sedangkan pada permukaan sumur dilakukan clearing menggunakan alat berat.

“Penutupan ini dilakukan Minggu, 17 Februari 2019 dengan memasukkan suck rod (besi pejal) pada lubang sumur dan semen, tujuannya agar tidak dapat dibuka kembali oleh oknum-oknum masyarakat yang tidak bertanggung jawab,” ujar Asset 1 Government and PR Assistant Manager Pertamina EP, Andrew , Rabu, 20  Februari 2019 seperti dikutip dari viva co id
Andrew juga  menyebut, Polres Batanghari, Jambi, juga menyita sejumlah barang bukti berupa mesin motor, mini rig, besi-besi menara, tubing, katrol, timba/canting, dan juga maih banyak peralatan-peralatan lainnya yang selama ini digunakan untuk kegiatan pemboran sumur tanpa izin itu.
“Segala peralatan minyak illegal drilling sudah disita yang saat ini dalam pemeriksaan,” kata dia seperti dikutip dari viva co id
“Diharapkan penyelesaian permasalahan pemboran sumur minyak tanpa izin tersebut tidak hanya sisi teknis penutupan saja, namun juga adanya penindakan dan penegakan hukum terhadap para investor, distributor dan penampung,” ucap Andrew seperti dikutip dari viva co id
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here