Volume Industri Halal dan Keuangan Syariah Capai USD 6,8 Triliun di Tahun 2023

Advertisement

Volume Industri Halal dan Keuangan Syariah Capai USD 6,8 Triliun di Tahun 2023

Minggu, 27 Januari 2019
Ilustrasi Erwin Rijanto Prediksi Pasar Keuangan Syariah Indonesia via bi go.id

KabarUang.com, Jakarta - Industri halal dan keuangan syariah memilik potensi perkembangan yang cukup tinggi di Indonesia. Mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim, kondisi yang membuat Bank Indonesia optimis Indonesia akan menjadi salah satu pemain besar dunia di industri halal dan keuangan syariah.

Erwin Rijanto, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI),  mengungkapkan pasar industri halal dan keuangan syariah dunia menunjukkan terus tumbuh.

"Indonesia sebagai negara dengan jumlah populasi muslim terbesar di dunia, memiliki peluang besar menjadi pemain utama pada perekonomian syariah global," ungkapnya, seperti dikutip dari liputan6.com.

Estimasi nilai konsumsi konsumen muslim secara global capai USD 2,1 triliun tahun 2017. Total aset keuangan syariah sekitar USD 2,4 triliun. Dari berbagai data terkait pertumbuhan industri halal dan keuangan syariah, Erwin memperkirakan volume industri halal dan keuangan syariah di tahun 2023 akan mencapai angka USD 6,8 triliun.

"Strategi utama tersebut ditopang oleh tiga pilar pengembangan, yaitu pemberdayaan ekonomi syariah, pendalaman pasar keuangan syariah, serta penguatan riset dan edukasi ekonomi syariah," uangkap Erwin.