Simak Trik Kemenperin dalam Mengangkat Daya Saing RI di Era 4.0

Advertisement

Simak Trik Kemenperin dalam Mengangkat Daya Saing RI di Era 4.0

Nurlaila Fitriani
Kamis, 31 Januari 2019
Ilustrasi Staf Ahli Kemenperin Imam Haryono via medcom id

KabarUang.com, Jakarta – Memasuki industri 4.0 Kementrian Perindustrian (Kemenperin) siapkan jurus jitu untuk meningkatkan daya saing dan kualitas perindustrian nasional. Dalam rangka menyukseskan jurus jitu ini, Kemenperin menerapkan sejumlah strategi yang sudah dirangcangnya.

Melalui program ‘Making Indonesia 4.0’, Staf Ahli Menteri Bidang Peningkatan Produk Dalam Negeri Kementrian Perindustrian, Imam Haryono mengatakan bahwa fokus utama yang dilakukan ialah merevitalisasi sektor manufaktur nasional.

“Making Indonesia 4.0 ini merupakan salah satu agenda pembangunan nasional, untuk mempercepat pencapaian aspirasi menjadi negara 10 Ekonomi terbesar di dunia pada 2030,”ujar Imam pada acara seminar ‘Outlook Ekonomi dan Industri 2019’ di Kementrian Perindustrian, di Jakarta, Kamis tanggal 31 Januari 2019.

Dilansir dari vivabisnis.com langkah selanjutnya adalah upaya penguatan aspek vokasi, melalui pendidikan vokasi menuju dual system, pembangunan Poltek/Akom di kawasan industri, link and match, 3-1 sertifikat kompetensi tenaga kerja dan pengembangan SDMnya.

Bukan hanya itu, Kemenperin juga mengatakan bahwa upaya lain yaitu mengembangkan kawasan dan sentra indeustri, di mana upaya ini sudah membuahkan hasil yang baik karena sudah mengembangkan 13 kawasan industri baru di Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa.

“Lalu ada juga 22 SIKIM (Sentra Industri Kecil dan Menengah( di 22 Kota/Kabupaten di luar Pulau Jawa,”ujar Imam.

Upaya-upaya lain atau trik yang dilakukan oleh Kemenperin di sisi lain ialah menggenjot pengembangan wirausaha baru. Target pembentukan usaha baru ini sebanyak 5.000 orang, e-smart IKM sebanyak 5.000 IKM, serta Santripreneur yang dicanangkan di 20 Pondok Pesantren pada 2019 ini. Kemeperin membuat berbagai program yang bisa meningkatkan daya saing.

“Kemudian program-program lain yang dibuat itu seperti program LCEV (Low Carbon Emission Vechile), fasilitas fiska tax holiday, dan AMMDES (Pengembangan Angkutan Pedesaan) sebagai langkah pemberdayaan IKM,”ujarnya dilansir dari vivabisnis.com.

Itulah beberapa trik atau strategi yang dilakukan Kemenperin dalam menghadapi Industri 4.0 yang menuntut Kemenperin untuk meningkatkan daya saing dalam bidang industri. Untuk itu, pada tahun 2019 ini Kemenperin harus bekerja keras dalam menjalankan strateginya.